Elena melangkah keluar dari pintu besar kediaman Keith River dengan perasaan campur aduk. Dinginnya angin sore langsung menyapa kulitnya, namun tidak sedingin penolakan telak yang baru saja ia terima dari kakeknya sendiri.Baru beberapa langkah ia menuruni tangga pelataran mansion, ponsel di dalam tasnya bergetar intens. Elena menarik napas panjang, mencoba menstabilkan suaranya sebelum menggeser layar. Nama 'Ibu' tertera di sana."Elena..."Suara di seberang telepon langsung terdengar parau dan gemetar, memotong bahkan sebelum Elena sempat mengucap salam. Minerva sedang menangis, dan dari intensitas napasnya, Elena tahu ibunya sedang dikuasai badai emosional yang hebat."Ibu? Ada apa? Aku baru saja selesai bicara dengan Kakek, dan—""Pulanglah, Elena. Tolong, pulang sekarang..." bisik Minerva di sela isak tangangnya. Suaranya terdengar begitu rapuh, jauh dari sosok ibu yang biasanya penuh ambisi dan tuntutan.Elena menghentikan langka
Read more