**“Miss..,” panggil Gending, hentikan langkahnya tiga meter di belakang Miss Widya.“Duduklah di sini,” Miss Widya menyahut, sembari melambaikan tangannya sedikit, menunjuk sebuah kursi lain di dekatnya.“Sini, kita duduk bareng, menikmati pemandangan,” katanya lagi.Gending mendekat dua langkah. Ia tidak mengambil duduk, hanya berdiri dan memandangi Miss Widya dari belakang, dengan rambutnya yang kini mulai bergelombang karena lama tidak dicatok.“Kamu mau es krim, Gending?” Tanya Miss Widya tanpa menoleh.“Kalau mau, biar aku suruh Mbak Puspa mengambilkannya untuk kamu.”Karena tak mendapat sahutan dari Gending, dan karena sang ajudan ini tak kunjung duduk pada kursi di sampingnya, serta merta Miss Wiya pun menoleh.“Kenapa kamu berdiri saja?”Gending diam. Ia mengedarkan pandangannya sebentar pada sembarang arah. Hatinya bergemuruh, dan ia tidak
Read more