**“Tapi, setelah itu kita bergantian.., aku yang memukul kamu.., satu kali saja..,”“Bagaimana..??”Aku tercekat. Tapi, hanya sebentar. Ya, sebentar saja. Untung saja aku berhasil menahan emosiku akibat semua hinaan dari Dirga itu.Sebab, dengan begitulah aku masih bisa mempertahankan kewarasan akalku. Aku menyipitkan mata ke arah Dirga.Ilmu kebal, katanya? Cuh, omong kosong.Gesture dan mimik bicaranya mungkin sangat meyakinkan bagi orang lain, tapi tidak bagiku. Aku tahu ini hanyalah trik psikologis yang ia lancarkan kepadaku. Entah apakah ia hanya berinisiatif sendiri, atau ia memang sengaja meniru taktikku, aku tidak takut.“Kamu setuju..??” Tantang Dirga semakin jumawa.Pelan-pelan aku pun menganggukkan kepalaku, menerima tantangannya.“Silahkan, Mojo.., silahkan kamu pukul aku!”Dirga bersiap-siap. Ia merentangkan kedua tangan dan mengangkat sed
Read more