Ling diam tak menjawab. Dia menunduk malu. Dia tak tahu apa yang harus dia lakukan. Meski sebenarnya dia sangat senang Jaka Geni mendatangi dirinya. Jaka Geni yang baru pertama kali merasakan debaran hangat itu mencoba untuk duduk di sebelah sang gadis. Dia menoleh dan menatap wajah berparas jelita itu dari arah samping. "Bahkan dari dekat dia lebih cantik dari Nanyang si gadis gila itu," batin Jaka. Merasa di perhatikan, wajah Ling pun memerah seketika. Melihat wajah itu merah, semakin berdebar saja jantung pemuda itu. Dia tak tahu apa arti debaran di dadanya tersebut. Jaka hanya tahu, dia sangat ingin berada di sebelah sang gadis. Mereka duduk menatap danau tanpa berkata sepatah kata pun. Hingga tiba-tiba Jaka menguap lalu dia merebahkan tubuhnya di samping Ling. Gadis itu menoleh, dia ingin berkata namun Jaka Geni sudah tertidur. Ling menatap wajah pemuda itu beberapa saat lamanya. Bibirnya yang indah tersenyum kecil. Dengan sangat perlahan dia meraih tangan Jaka Geni dan meng
Read more