Ewan dan Dodo melangkah cepat menghampiri Anika dari belakang."Kak Anika, ada apa?" tanya Ewan.Mendengar suara itu, Anika terkejut dan buru-buru mengusap air matanya, lalu berbalik dan berkata, "Nggak apa-apa.""Kak Anika, apa ada yang menindasmu? Bilang saja, aku akan membereskan orang itu," ujar Dodo dengan nada lantang."Aku benaran nggak apa-apa."Anika tidak ingin bicara lebih jauh. Ewan pun bisa melihatnya, lalu menenangkan, "Kak Anika, kalau kamu sedang punya masalah, kamu harus bilang pada kami. Kita semua satu keluarga."Mendengar kata-kata itu, mata Anika kembali memerah karena terharu. "Benaran nggak apa-apa. Terima kasih."Setelah berkata demikian, Anika melangkah cepat kembali ke aula. Begitu dia pergi, Dodo berkata, "Pasti Kak Anika sedang menghadapi sesuatu, dan ini masalah besar.""Dari mana kamu tahu?" tanya Ewan.Dodo menjawab, "Jangan lihat Kak Anika kelihatannya lembut. Sebenarnya hatinya sangat kuat.""Sejak kecil sampai sekarang, aku hampir nggak pernah lihat di
Baca selengkapnya