Saat Ewan pulang ke rumah, hari sudah larut. Dodo masih menemani si gadis di rumah sakit, jadi Ewan langsung tidur lebih awal.Malam itu, dia bermimpi. Dalam mimpinya, dia pergi ke Negara Jaban dan bertemu Akiyama. Akiyama terbaring di ranjang, wajahnya merah padam. Pakaiannya setengah terbuka, matanya berair, terlihat begitu memikat.Dengan tatapan penuh perasaan, dia berkata kepada Ewan, "Sejak berpisah denganmu, aku sangat merindukanmu. Sehari nggak bertemu rasanya seperti tiga tahun."'Kebetulan, aku juga begitu,' pikir Ewan dalam hati.Lalu Akiyama melengkungkan jarinya ke arah Ewan, sambil melirik genit dan berkata, "Ayo ... bersenang-senanglah ...."Sambil berkata demikian, jari-jarinya yang ramping perlahan mengusap kaki panjangnya yang putih mulus. Sangat menggoda."Akiyama, tolong jangan seperti ini. Aku bukan orang yang sembarangan," kata Ewan. Begitu selesai bicara, dia langsung menerkam.Akiyama melingkarkan lengannya yang lembut di leher Ewan dan bertanya dengan suara man
Read more