"Aku sudah nggak kuat lagi ...."Ewan memeluk pinggang Akiyama dengan kedua tangan, kepalanya bersandar di depan dada Akiyama. Dia menggeseknya sedikit. Seketika, wajah Akiyama memerah."Guru, gimana keadaan Ewan?" Yuki segera menyusul dan bertanya dengan cemas.Akiyama berkata, "Tenang saja, dia nggak apa-apa. Hanya saja seluruh tenaganya sudah terkuras habis, ditambah kelelahan berlebihan, dia perlu beristirahat sebentar."Syukurlah.Yuki mengembuskan napas lega. Namun saat dia melirik lagi, terlihat Akiyama memeluk Ewan dengan erat dan sikap mereka tampak agak intim. Hatinya pun terasa aneh, lalu dia berkata, "Guru, serahkan Ewan padaku."Akiyama berkata, "Yuki, kamu sedang mengandung, nggak boleh terlalu memaksakan diri. Lebih baik aku yang menjaganya."Hah?Sorot mata Yuki dipenuhi rasa curiga.Akiyama menyadari tatapan Yuki dan merasa agak bersalah, tetapi tetap berkata, "Aku akan menyalurkan sedikit tenaga dalam padanya, seharusnya nggak lama lagi dia bisa memulihkan tenaganya."
Ler mais