Membantai dewa?Mendengar dua kata itu, Musashi menatap Ewan dan bertanya, "Yang kamu maksud dengan membantai dewa, adalah membunuhku?"Ewan mengangguk sambil tersenyum."Hanya dengan kamu?" Musashi tertawa meremehkan. "Aku cukup menggunakan satu tangan untuk melenyapkanmu.""Kalau ditambah aku, gimana?"Tiba tiba dari sebuah jalan kecil yang sunyi, muncul sesosok pria berjalan mendekat.Rambutnya pendek, wajahnya tegas, mengenakan setelan tradisional, dan di punggungnya tersampir sebilah golok pusaka.Dika!Musashi memperlihatkan ekspresi menghina. "Kupikir siapa, ternyata Dika dari Keluarga Rajendra.""Sayangnya, dibandingkan Ega, tingkat kultivasimu masih terpaut terlalu jauh.""Bocah, jangan bilang kamu mengira bisa menjatuhkanku hanya dengan bergabung bersama Dika?"Ewan tersenyum. "Aku tahu, meskipun aku dan Dika bekerja sama, kami tetap bukan lawanmu. Karena itu, aku mengundang satu orang lagi untuk membantu."Musashi jadi sedikit penasaran. "Siapa?""Aku." Sebuah suara datar te
Read More