Ewan tiba-tiba angkat bicara, "Safwan, tunggu sebentar!"Langkah Safwan terhenti. Tatapannya tertuju ke wajah Ewan. "Siapa kamu?""Dia calon cucu menantuku," kata Kardi cepat.Ewan terdiam. 'Sejak kapan aku jadi calon cucu menantumu? Kenapa aku nggak tahu?'Wajah Lara langsung memerah.Safwan melirik Lara sekilas, lalu tersenyum dan bertanya pada Ewan, "Pak Ewan, ada yang ingin kamu sampaikan?""Namaku Ewan, dari Papandaya, Negara Madonia." Ewan memperkenalkan diri lebih dulu, lalu mendekat dan berkata pelan, "Aku ingin menanyakan sesuatu.""Apa yang ingin kamu tanyakan?""Kamu kenal Danta?"Sorot mata Safwan berkilat sesaat. Dia balik bertanya, "Kenapa Pak Ewan menanyakan Danta?""Berarti kamu memang kenal dia." Ewan berkata, "Lukisan-lukisan kuno milik Danta itu dibeli darimu, bukan?"Tatapan Safwan langsung waspada.Ewan tersenyum. "Terus terang saja, aku memang suka mengoleksi lukisan kuno. Kamu masih punya barang seperti itu? Kalau ada, aku ambil semua berapa pun jumlahnya. Soal h
Magbasa pa