"Nggak perlu, di luar sudah ada mobil yang menunggu. Para cewek cantik, sampai jumpa!" Ewan melambaikan tangan lalu berbalik pergi.Melihat punggungnya, para perawat kembali menghela napas kagum."Pak Ewan benar-benar dokter yang baik.""Iya, dia bukan cuma baik sama bawahan, tapi juga memperlakukan pasien seperti keluarganya sendiri.""Pak Ewan masih muda, tampan, orangnya baik, kemampuan medisnya juga hebat. Benar-benar pasangan impian.""Jangan terlalu mengkhayal. Direktur sehebat itu, pasti banyak perempuan yang menyukainya. Aku berani bilang, Mini juga pasti suka Pak Ewan.""Untung ada Pak Ewan, kalau nggak, Mini pasti sudah celaka.""Meskipun aku sedikit iri sama Mini, tapi harus diakui dia memang cantik dan tubuhnya juga bagus. Sayangnya, otaknya bermasalah.""Ada pepatah, saat Tuhan membuka satu jendela untukmu, Dia akan menutup satu pintu. Sepertinya itu cocok untuk Mini.""Masih muda tapi sudah sakit di bagian kepala. Entah bisa sembuh nggak."....Ewan keluar dari lobi rumah
Baca selengkapnya