Melihat wajah Ewan yang muram, Jiraya segera bertanya, "Ada apa? Apa ada yang bisa aku bantu?"Ewan menggeleng dan berkata, "Salah satu senior yang aku hormati meninggal."Jiraya tertegun, lalu berkata, "Kalau begitu, aku nggak akan menahan kamu. Nanti kalau ada waktu, datang lagi ke rumah dan tinggal beberapa hari.""Baik." Ewan langsung menyanggupi."Tiket pesawat sudah dipesan?" tanya Jiraya lagi.Ewan berkata, "Aku rencana beli di bandara saja."Melihat Ewan sangat terburu-buru, Jiraya berkata, "Dari sini ke bandara paling nggak butuh 40 menit. Setelah beli tiket masih harus menunggu, paling cepat dua jam lagi baru bisa terbang. Begini saja, aku suruh pesawat pribadi perusahaan antar kamu pulang."Setelah berkata demikian, Jiraya langsung menelepon. Setelah menutup telepon, dia berkata, "Pesawat sudah diatur. Aku antar kamu ke bandara.""Terima kasih, Paman Jiraya," kata Ewan dengan penuh rasa terima kasih.Jiraya tersenyum, "Cuma bantuan kecil, nggak perlu sungkan. Lagian cepat at
Read more