"Baik, kapan saja kamu datang aku sambut." Ewan tahu dia hanya bercanda, jadi tidak terlalu memikirkannya."Sudah manfaatin orang, langsung pura-pura nggak kenal, dasar bajingan!" Cantika mendengus dingin.Pada saat itu.Tit!Ponsel berbunyi.Ewan mengambil ponselnya dan melirik. Ternyata Aruna mengirim pesan kepadanya. Dalam pesan itu, Aruna memberi tahu bahwa dia dan Ega sudah meninggalkan ibu kota. Ewan membalas "Hati hati di jalan", lalu menindih tubuh Cantika."Kamu mau apa?" teriak Cantika dengan kaget.Ewan tersenyum nakal, "Olahraga ...."Entah berapa lama kemudian, semuanya akhirnya tenang.Cantika terengah-engah dan berkata, "Ada satu hal yang harus aku laporkan padamu.""Sekarang baru tahu mau lapor padaku?" kata Ewan. "Waktu kamu membunuh Dullah, kenapa nggak lapor sama aku?"Cantika menjelaskan, "Aku nggak melapor waktu membunuh Dullah karena aku tahu kamu akan mempertimbangkan hubunganmu dengan Barry dan nggak tega membunuh Dullah. Jadi, aku yang mengambil keputusan sendi
Baca selengkapnya