Melihat orang itu, semua prajurit yang hadir langsung berlutut di tanah dan berteriak serempak, "Selamat datang, Tuan Muda!"Kerumunan di kedua sisi jalan juga langsung berseru, "Selamat datang, Tuan Muda!"Ewan mengangkat pandangannya. Sosok di atas punggung kuda perang itu mengenakan pakaian hitam, rambutnya diikat dengan mahkota giok. Bibirnya merah dan giginya putih.Karena usianya masih belasan tahun, wajahnya tampak agak kekanak-kanakan. Namun, tubuhnya diselimuti lingkaran cahaya putih, memberinya kesan seolah seorang dewa telah turun ke dunia."Jadi dia Ian?" Mata Ewan menyipit. "Memang nggak sederhana."Nazar berbisik, "Katanya bocah ini berhasil menangkap seekor anak kirin, 'kan? Mana kirinnya? Kenapa nggak kelihatan?"Dewi Kembang berkata, "Kirin adalah hewan ilahi. Setelah berhasil ditangkap, biasanya harus diserahkan ke sekte.""Jadi begitu." Nazar tampak sedikit kecewa, lalu melanjutkan, "Bocah, kamu yakin nggak mau bertindak di sini?""Tempat ini ramai dan dekat dengan F
Read more