Dewa Pedang Kecapi tiba-tiba memancarkan aura membunuh yang dingin. Seketika, Ewan dan Nazar merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh tubuh mereka, seolah-olah terjatuh ke dalam gudang es."Senior, apa maksudmu?" tanya Ewan dengan waspada."Abadi, jangan paksa aku," kata Dewa Pedang Kecapi. "Aku benar-benar butuh cambukmu itu. Kalau nggak, begitu musuh bebuyutanku keluar dari pengasingannya, nyawaku mungkin akan melayang."Ewan menjawab, "Senior, terus terang saja, kalau aku pinjamkan cambuk kayu itu padamu, aku bisa mati saat menghadapi musuh."Dewa Pedang Kecapi berkata, "Asalkan kamu bersedia mengikutiku ke Sekte Pedang Cakrawala, aku jamin nggak akan terjadi apa-apa padamu."Ewan menggeleng. "Aku nggak akan bergabung dengan Sekte Pedang Cakrawala.""Jadi, nggak ada lagi yang bisa dibicarakan?" Nada suara Dewa Pedang Kecapi berubah dingin, sementara aura membunuhnya semakin kuat.Sebenarnya, Ewan juga merasa sangat gugup. Bagaimanapun, sosok di hadapannya adalah seorang ahli di pun
Magbasa pa