Compartilhar

Bab 3029

Autor: Rexa Pariaman
Ewan bertanya, "Berapa banyak batu spiritual yang kamu punya?"

Nazar langsung mengerti apa yang hendak dilakukan Ewan. Dia menjawab, "Aku berhasil mengumpulkan beberapa batu spiritual dari murid-murid Tanah Suci. Jumlahnya cukup untuk mengaktifkan Rune Formasi Mahasuci satu kali."

"Kalau begitu, kita kabur!" kata Ewan. "Kita nggak bisa mengalahkannya, jadi satu-satunya pilihan adalah melarikan diri."

"Dasar bajingan nggak tahu balas budi! Cepat atau lambat, aku pasti akan membunuhnya!" Nazar men
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Sasi Musawaroh
jgn sampai kalah ewan & nazar.....semangat buat menang melawan kejahatan dewa pedang kecapi yg busuk & serakah, pokoknya thor....ewan & nazar harus menang
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3031

    Namun, langit dan bumi tetap tenang. Tidak ada sedikit pun aura menekan yang muncul.Di langit yang tinggi pun, tidak terlihat awan petir."Sekali lagi!" Nazar berteriak lantang, "Petaka Langit, cepat muncul!"Namun, langit tetap tidak menunjukkan perubahan apa pun."Apa kamu ingin memanggil petaka langit untuk menghadapiku?" Dewa Pedang Kecapi sudah mengetahui maksud Nazar. Dia tertawa meremehkan dan berkata, "Sekalipun kamu berhasil mendatangkan petaka langit, kamu tetap nggak akan mampu melawanku.""Terlebih lagi, formasi besar ini sudah menyegel aura langit dan bumi. Selama berada di sini, kamu nggak akan bisa mendatangkan petaka langit."Sial!Nazar benar-benar putus asa. Dia sudah memanggil langit, tetapi tidak mendapat jawaban. Memohon kepada bumi pun tidak ada gunanya."Duarr!"Tepat pada saat itu, Dewa Pedang Kecapi melancarkan serangan secepat kilat.Dengan satu langkah, dia memelesat ke udara. Ruang di sekelilingnya bergetar ketika dia menendang ke arah Nazar.Kekuatan Dewa

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3030

    Ewan mengumpat dengan penuh amarah. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa ahli dari Sekte Pedang Cakrawala ini ternyata seorang penjahat yang licik dan keji.Ketika melihat Dewa Pedang Kecapi bertarung melawan para ahli dari tiga Tanah Suci demi melindungi Dewa Pedang Mabuk sebelumnya, Ewan mengira dia adalah orang baik. Siapa sangka, dia ternyata seorang munafik yang hanya berpura-pura berbudi luhur."Sepertinya kita berdua benar-benar akan mati di sini hari ini."Nazar berkata, "Bocah Tengik, sebelum mati, ada satu hal yang ingin kukatakan padamu.""Bisa nggak kamu kasih aku sebungkus camilan pedas?"Ewan ingin tertawa, tetapi tidak sanggup. Dia melemparkan sebungkus camilan pedas kepada Nazar, lalu berkata, "Tua Bangka, maafkan aku. Gara-gara aku, kamu ikut terseret ke dalam masalah ini.""Tapi, masih terlalu dini untuk bilang kita akan mati.""Sebentar lagi, aku akan menggunakan Kaldron Kosmik untuk menghancurkan formasi ini. Begitu ada celah, segera manfaatkan kesempatan itu untuk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3029

    Ewan bertanya, "Berapa banyak batu spiritual yang kamu punya?"Nazar langsung mengerti apa yang hendak dilakukan Ewan. Dia menjawab, "Aku berhasil mengumpulkan beberapa batu spiritual dari murid-murid Tanah Suci. Jumlahnya cukup untuk mengaktifkan Rune Formasi Mahasuci satu kali.""Kalau begitu, kita kabur!" kata Ewan. "Kita nggak bisa mengalahkannya, jadi satu-satunya pilihan adalah melarikan diri.""Dasar bajingan nggak tahu balas budi! Cepat atau lambat, aku pasti akan membunuhnya!" Nazar mengumpat Dewa Pedang Kecapi, lalu segera mengeluarkan Rune Formasi Mahasuci."Kalian berdua mau melarikan diri, ya?"Senyum dingin tersungging di sudut bibir Dewa Pedang Kecapi. Dia berkata, "Dengan tingkat kultivasi kalian yang rendah, sekalipun menggunakan teknik transmisi suara rahasia, percakapan kalian tetap nggak bisa luput dari pendengaranku. Asal tahu saja, kalian nggak akan bisa melarikan diri."Begitu selesai berbicara, Dewa Pedang Kecapi mengulurkan telapak tangannya.Ngung!Langit dan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3028

    Dewa Pedang Kecapi tiba-tiba memancarkan aura membunuh yang dingin. Seketika, Ewan dan Nazar merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh tubuh mereka, seolah-olah terjatuh ke dalam gudang es."Senior, apa maksudmu?" tanya Ewan dengan waspada."Abadi, jangan paksa aku," kata Dewa Pedang Kecapi. "Aku benar-benar butuh cambukmu itu. Kalau nggak, begitu musuh bebuyutanku keluar dari pengasingannya, nyawaku mungkin akan melayang."Ewan menjawab, "Senior, terus terang saja, kalau aku pinjamkan cambuk kayu itu padamu, aku bisa mati saat menghadapi musuh."Dewa Pedang Kecapi berkata, "Asalkan kamu bersedia mengikutiku ke Sekte Pedang Cakrawala, aku jamin nggak akan terjadi apa-apa padamu."Ewan menggeleng. "Aku nggak akan bergabung dengan Sekte Pedang Cakrawala.""Jadi, nggak ada lagi yang bisa dibicarakan?" Nada suara Dewa Pedang Kecapi berubah dingin, sementara aura membunuhnya semakin kuat.Sebenarnya, Ewan juga merasa sangat gugup. Bagaimanapun, sosok di hadapannya adalah seorang ahli di pun

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3027

    "Aku datang khusus untuk mencari Abadi," jawab Dewa Pedang Kecapi sambil tersenyum. "Dalam perjalanan kembali ke sekte, aku melaporkan semua kejadian di dataran es melalui pesan giok. Setelah mendengarnya, Ketua Sekte menjadi sangat tertarik dengan Abadi dan ingin menerimanya sebagai murid. Karena itulah, beliau memerintahkanku untuk membawa Abadi kembali ke Sekte Pedang Cakrawala."Ini kabar bagus!Nazar berkata dengan penuh semangat, "Bocah Tengik, kamu dengar itu? Ketua sekte terbesar di Hutan Belantara Timur ingin menerimamu sebagai murid!"Ewan menjawab, "Senior, sebenarnya sikapku sudah sangat jelas ....""Abadi, jangan buru-buru menolak," potong Dewa Pedang Kecapi. "Ketua Sekte bilang, kalau kamu bersedia menjadi muridnya, beliau akan menerimamu sebagai murid terakhirnya.""Mungkin kamu belum tahu, Ketua Sekte adalah seorang ahli tingkat mahasuci!"Ewan terkejut. Seorang ahli tingkat mahasuci ingin menerimanya sebagai murid?"Bocah Tengik, kesempatan seperti ini nggak datang dua

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3026

    "Terus ke barat?"Begitu mendengar kata itu, Ewan langsung teringat sebuah film. Dia pun bertanya, "Tua Bangka, kamu terlalu banyak nonton film ya? Kenapa harus terus ke barat? Kenapa nggak terus ke utara saja?""Jangan banyak omong. Kalau percaya padaku, ikuti saja aku." Setelah berkata demikian, Nazar lebih dulu bergerak ke arah barat.Ewan segera mengikutinya.Dataran es itu begitu luas dan seolah tidak berujung. Di tengah hamparan yang tak terbatas itu, mereka berdua tampak begitu kecil, bagaikan dua ekor semut.Mereka berjalan selama beberapa jam.Tiba-tiba, angin kencang menderu dan salju turun dengan lebat. Udara yang sangat dingin membuat tubuh mereka menggigil.Namun, mereka masih belum berhasil keluar dari dataran es.Nazar tidak tahan lagi dan mulai mengeluh, "Bocah Tengik, ini semua gara-gara kamu! Kalau saja kamu mau bergabung dengan Sekte Pedang Cakrawala, sekarang kita pasti sedang minum arak dan makan daging di atas pusaka terbang. Kita nggak perlu menderita begini!""A

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status