Andi melangkah gontai masuk ke rumah. Wajahnya yang kusut dan mata yang memerah menunjukkan bahwa pria itu pun tidak sedang baik-baik saja setelah badai tadi siang.Juan mengekor di belakang dengan raut wajah serba salah, sementara Sasa langsung berdiri tegak, memasang badan di depan Nila yang masih duduk di sofa dengan sisa-sisa air mata."Oh, udah pulang Mas?" Sasa menyapa dengan nada sarkasme yang kental. "Kiraian udah lupa jalan pulang karena sibuk menuduh istri sendiri yang nggak-nggak."Di sampingnya, Nila menyenggol kaki Sasa, meminta sahabatnya untuk diam dan duduk.Andi menghentikan langkah. Ia menatap Sasa dengan tajam, lalu beralih pada Nila yang tertunduk lesu."Sa, ini urusan rumah tangga kami. Aku nggak mau berdebat sama orang luar.""Orang luar?" Sasa berkacak pinggang. "Nila ini sahabat aku Mas. Kalau dia disakiti, apalagi dituduh selingkuh padahal dia menjaga kehormatannya mati-matian, itu jadi urusanku juga!"Jua
Last Updated : 2026-03-11 Read more