"Mas .... " Intan menatap Adrian, berusaha menggali kejujuran dari sana. Yang ditatap hanya diam, menunduk sesaat kemudian menegakkan kepala dengan wajah tenang.Intan semakin gelisah, tetapi yang membuatnya gelisah tampak seperti tak melakukan apapun."Mas, jawab dong," desak Intan. "Apa benar begitu? Apa benar kamu yang menyebabkan Clara kecelakaan?"Angin sore yang biasanya menenangkan kini terasa dingin menusuk kulit Intan. Tawa tipis Adrian bukannya meredakan suasana, justru menciptakan ketegangan mencekam yang sulit ia jelaskan.Genggaman tangan Adrian yang erat, yang biasanya menjadi tempatnya bersandar, kini terasa seperti jerat yang menyesakkan."Mas, aku takut .... " "Kenapa harus merasa takut, Sayang?" suara Adrian merendah, terdengar begitu tenang seolah ia baru saja membahas cuaca, bukan nyawa seseorang. "Dunia ini adil. Apa yang dia tanam, itulah yang dia tuai. Aku hanya mempercepat proses panen itu sedikit."Mata Intan membelalak. Degup jantungnya berpacu liar. "Jad
آخر تحديث : 2026-03-16 اقرأ المزيد