“Apa dia suamimu?” Pertanyaan itu meluncur ringan dari mulut Artanti, tetapi jatuh di tengah meja seperti batu kecil yang dilempar ke permukaan air tenang—menciptakan riak ke segala arah.Renata yang baru saja hendak menggigit kue langsung tercengang dengan mata terbuka lebar. Potongan kue di tangannya menggantung kaku, seolah ikut membeku bersamanya.Di seberang meja, Erhan terkejut sampai hampir menyemburkan minuman dari mulutnya. Pria itu terbatuk kecil, lalu buru-buru menutup mulut sambil memalingkan wajah ke samping. Kanina sendiri terpaku. Jemarinya menegang di gagang sendok, sementara matanya melebar dan langsung menatap Artanti dengan campuran panik, malu, dan tak percaya.Satu-satunya yang tampak tenang di antara mereka hanyalah Althan. Ketika yang lain dibuat terkejut, dia nyaris tak bereaksi. Raut wajahnya tetap datar, seolah tidak terusik. Namun, tanpa disadari, ada riak halus di matanya—sekilas gerak kecil yang muncul lalu lenyap begitu cepat, terlalu samar untuk
Última atualização : 2026-04-23 Ler mais