Panti jompo itu selalu memiliki aroma khas: campuran obat-obatan, wewangian lembut kayu manis, dan keheningan yang terasa terlalu rapi untuk disebut sebagai rumah.Kanina berjalan masuk dan berhenti di meja jaga. Sri yang sedang mengobrol bersama perawat lainnya, langsung menyadari kedatangannya dan menyambut dengan ramah.“Selamat siang, Mbak Kanina.” “Selamat siang, Mbak Sri.” Senyum Kanina tertarik lembut. Setelah bertukar kabar sejenak, dia akhirnya bertanya, “Di mana Ibu?”“Sepertinya di kamar, Mbak,” jawab Sri. “Ratih baru saja membawakan makan siang untuk Ibu,” tambahnya, menyebut nama salah satu rekan kerjanya.Kanina mengangguk. “Kalau begitu, saya ke sana dulu. Terima kasih, Mbak Sri.”“Sama-sama, Mbak Kanina.” Dengan itu, Kanina beranjak, melangkah menyusuri lorong panjang yang sudah begitu akrab, namun tetap saja memunculkan desir halus di dadanya.Lorong itu hidup oleh rutinitas kecil: beberapa lansia duduk berkelompok di pinggir, mengobrol sambil menikmati ma
Last Updated : 2026-03-30 Read more