'Bocah demit sepertinya mau bawa anakku seenaknya saja? Cih, jangan harap,' batin David. Bak pagar betis untuk anaknya, David tidak langsung memberikan Willona pada Galaxy kali ini, meski dalam rangka konferensi pers. Dia mau unjuk taring calon mertua dulu. "Aku mau jemput Lona, Om." Galaxy berdiri tegak di tengah ruang tamu kediaman Danendra, memasang postur tubuh cool, sekeren mungkin. Tatapan matanya tajam, bak menantang calon mertua. "Jemput? Langkahi dulu Om kalau mau bawa willona!" David mendengkus kesal dengan senyum miring. Galaxy menajamkan sorot matanya pada calon mertua. "Om, jangan bercanda. Aku mau bawa Willona untuk konferensi pers, bukan buat diculik dan aku bawa ke luar negeri biar jauh dari Papanya yang overthinking." David terkekeh. "Siapa yang bercanda? Mending kamu bawa saja wanita tunanganmu yang sesungguhnya di konferensi pers. Kalian tersangka kekacauan pertunangan. Anakku yang korban lagi siap-siap mau Om bawa ke luar negeri biar jauh dari Bocah demit bian
Ler mais