Aluna langsung menendang bagian belakang kursi Zayn. “Pengkhianat! Jangan dengarkan dia, Kak. Zayn itu tadi malah asyik merekam pakai ponsel, katanya buat konten viral. Harusnya Kakak marahi dia juga karena tidak punya jiwa kepahlawanan.”“Diam kamu!” bentak Galaxy. “Dan kamu, Zayn, urusan kita belum selesai. Sekarang, Aluna ... jelaskan kenapa kamu bisa ada di sana? Apa hubungannya dengan hantu rongsokan itu?”“Hantu? Siapa? Oh, maksud Kakak itu tadi ada perkelahian ya? Aku tidak lihat jelas, kan mataku kelilipan debu di bawah mobil,” sahut Aluna santai sambil mulai mengunyah permen karet lagi.Galaxy menekan rahang dan satu tangannya sudah terangkat hendak menjitak Aluna, tapi urung.“Lagipula, Kakak sendiri ngapain di sana? Bukannya harusnya Kakak lagi kencan romantis sama Kak Willona? Kenapa malah jadi detektif dadakan begini?”Galaxy mengepalkan tangannya. “Untuk memastikan adikku yang bodoh ini tidak melakukan hal konyol! Dan sekarang terbukti, kamu memang kehilangan akal sehat!
Read more