“Butuh ring tinju?” Reyvan sudah datang. Semua sontak menoleh ke arah pintu. Betrand seketika menegang, tangannya mengepal erat saat melihat sosok Reyvan dan Amber melangkah masuk dengan aura yang begitu tenang tapi mencekam.Galaxy baru saja hendak membuka mulut. “Pa, ini—”“Papa! Lihat, Kakak antagonisku lagi pamer empat taring, imut banget kan? Owhhh, dia ngamuk-ngamuk manja sejak tadi. Kandangin aja, Pa!” potong Aluna dengan suara melengking. Dia juga tertawa mengejek ke arah kakaknya.Galaxy melotot tajam, napasnya memburu. “Kamu makin ngelunjak, Aluna! Benar-benar sudah terkontaminasi sama berandalan ini!”Aluna tidak peduli, dia justru menjulurkan lidah, bersembunyi dengan nyaman di balik punggung lebar Betrand.Betrand sendiri menarik napas panjang, lalu mengangguk kecil dengan sopan ke arah Reyvan dan Amber.“Om, Tante. Maaf kalau saya membuat kalian khawatir,” ucap Betrand dengan suara bariton yang stabil. “Saya nekat ke sini karena dorongan hati saja. Sama sekali tidak ada
Read more