Zayn melotot sambil menahan tawa sampai dua pipinya mengembung. “Wow, gila kelas tinggi!”Lalu, Aluna menutup wajahnya, pura-pura menangis sesenggukan dengan bahu yang bergetar hebat.Reyvan menarik napas panjang, lalu ikut berakting dengan merentangkan tangannya lebar-lebar untuk memeluk Aluna. “Kemarilah, Putri Papa yang paling menderita. Papa tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu, termasuk Kakak antagonismu itu. Papa pasti akan memberikan keadilan seadil-adilnya untukmu.”Amber dan Zayn sama-sama membuang muka untuk tertawa kecil.Aluna membenamkan wajahnya di dada Papanya. “Papa memang yang terbaik. Aku sayang Papa. Nggak seperti Kak Laxy yang hatinya dingin seperti es batu di kutub utara. Dia mau menjualku, Pa! Laki-laki asing itu pasti seram, mungkin giginya maju atau dia suka makan orang! Aku takut, Pa! Huwaaaa … selamatkan akkkuuu ….”Reyvan tak menjawab, dan lebih fokus untuk menahan tawanya.Aluna memasang wajah menderita yang sangat sedih, menatap Reyvan dengan mata y
Baca selengkapnya