“Tapi ... itu rasanya aneh, Bos. Eh, maksudku ... ah ….” Samuel bergumam tidak jelas, mencoba menyesuaikan lidahnya yang sudah bertahun-tahun terlatih bicara formal.“Coba saja. Aku tidak akan memukulmu karena kamu memanggil namaku.” Sudut bibir Betrand sedikit terangkat.Samuel berdeham, mencoba mengatur napasnya. “Oke. Oke, Bet ... Betrand. Eh, kamu ... emm, kamu sudah makan belum? Aduh, kenapa rasanya seperti sedang mengajak kencan ya? Geli sekali.” Samuel langsung meringis, wajahnya memerah karena merasa sangat aneh bicara santai pada pria yang biasanya dia panggil dengan hormat.Betrand terkekeh pelan, suara tawa yang tak pernah terdengar selama enam bulan terakhir. “Lidahmu itu memang perlu disekolah lagi, Sam. Jangan ragu, ini bukan persidangan kesaksian.”“Sabar, Bet! A-aku ... eh, aku sedang membiasakan diri. Tapi serius, kamu jangan tiba-tiba melotot ya kalau nanti aku tidak sengaja memanggilmu dengan sebutan akrab. Rasanya seperti sedang durhaka pada guru sendiri,” sahut Sam
Read more