Suasana tiba-tiba terasa hangat dan intim, bahkan kami tanpa sadar mendekatkan wajah masing-masing. Namun, dering ponsel yang terdengar nyaring membuyarkan momen tersebut, sekaligus membuat kami berdua seketika memasang raut kikuk. Wajahku bahkan memerah, kutundukkan kepala. Sementara Richard, aku tidak tahu. Aku hanya mendengar pria itu berdehem sebentar, lalu tanpa sepatah kata pun terucap, ia menjauh. Bertepatan dengan langkah kaki terdengar semakin kecil, ku beranikan diri mendongak. Napas yang semula kutahan, seketika ku hembuskan sembari mengusap dada, guna menenangkan debaran jantung yang menggila. "Ya Tuhan, barusan apa?" batinku menggumam. Tangan kananku terkepal, mengetuk kepala bagian samping kanan bersama decak sebal keluar dari celah bibir. Suasana pun kembali hening. Hanya bunyi jarum jam yang terdengar di tengah kesunyian. Aku lantas mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Mataku tertumbuk pada sebuah pigura berukuran besar yang terpasang di dinding ru
Last Updated : 2025-09-09 Read more