Perasaan tidak nyaman menghantui Skylar seharian ini, pikirannya terus berkelana ke kejadian tadi pagi. Skylar tahu betul bahwa kalimat yang dilontarkan pagi tadi memang sudah sangat keterlaluan. Jujur saja, pria itu merutuki dirinya sendiri saat ini. Tetapi demi Tuhan, perempuan itu selalu berhasil memancing emosinya. Hanya karena sifat keras kepala yang dimiliki wanita itu, sudah membuat Skylar terlihat layaknya sosok pembunuh berdarah dingin. Tetapi bukankah itu benar?Suara ketukan pintu seketika membuyarkan lamunannya dan melihat Andreas memasuki ruangannya."Sebentar lagi pertemuan akan dimulai, Sir," ujar Andreas kemudian.Sial! Skylar bahkan hampir lupa bahwa hari ini memang ada jadwal pertemuan.Pria itu mengangguk. "Ya, aku akan menyusulmu."Skylar membuang napas berat. Matanya kembali terpejam. Membiarkan sosok Starla kembali menghantui benaknya. Wajah kesakitan itu, suara jeritan dan tangisannya, lalu air mata yang menetes dari mata teduhnya, sungguh mengganggu pikiran Sky
Last Updated : 2025-08-03 Read more