Cahaya matahari pagi menerobos masuk melalui jendela besar di ruang makan, memantul pada peralatan makan perak dan piring porselen putih bersih. Suasana pagi itu tampak sempurna bagi siapapun yang melihatnya dari luar.Kevin duduk di kursi utama, tampak rapi dengan kemeja kerjanya yang masih licin, sementara Clara duduk di sebelahnya sambil sibuk mengoles selai stroberi ke rotinya.Ana berdiri tidak jauh dari mereka, menggenggam kain serbet di tangannya, siap siaga memenuhi setiap permintaan.“Na, tolong ambilin jus jeruknya, ya,” ucap Clara santai tanpa menoleh.“Baik, Nyonya,” jawab Ana pelan.Ana melangkah mendekat ke meja makan. Saat ia menuangkan jus ke dalam gelas Clara, ia bisa merasakan tatapan Kevin yang tidak lepas darinya.Kevin tidak sedang melihat jusnya, dia sedang memindai wajah Ana yang pucat. Ada kepuasan aneh yang terpancar dari mata pria itu setiap kali melihat Ana merasa tidak nyaman.“Pagi ini jadwal kamu apa, Sayang?” tanya Clara lembut sambil menatap suaminya.K
더 보기