Vera hampir pingsan dibuatnya, dia tidak tahu alasan apa yang cocok untuk dia katakan. “Semua manusia normal takut mati!” jawabnya. Pria itu tersenyum lalu menatapnya dengan tatapan mata tidak biasa tanpa menurunkan pisau dari leher Vera. “Apa aku salah bicara?” tanya Yunika dengan gugup.“Apakah kamu bersedia ikut pergi bersamaku? Putuskanlah baik-baik! Aku akan menunjukkan segala sesuatu tentangmu di masa lalu agar kamu bisa mengingat kembali!” ujarnya seraya menekan tubuh Vera ke dinding. Kepala Vera terbentur secara tidak sengaja. Dia mulai sadar sosok di dalam kegelapan itu bukan sosok asing yang baru dia temui. Aroma napasnya dan parfum di bajunya terasa akrab.Vera merasa kepalanya sakit dan nyeri, rasa itu datang menyerang dengan tiba-tiba. Ingatan di masa lalu muncul tidak terkendali. Bayangan di masa lalu antara dia dengan pria yang kini menahannya membuatnya berpikir semua itu adalah peristiwa mustahil. Bahkan tentang dirinya yang memiliki gen Zenus
Last Updated : 2026-06-12 Read more