LOGINVera hampir pingsan dibuatnya, dia tidak tahu alasan apa yang cocok untuk dia katakan.
“Semua manusia normal takut mati!” jawabnya.Pria itu tersenyum lalu menatapnya dengan tatapan mata tidak biasa tanpa menurunkan pisau dari leher Vera.“Apa aku salah bicara?” tanya Yunika dengan gugup.“Apakah kamu bersedia ikut pergi bersamaku? Putuskanlah baik-baik! Aku akan menunjukkan segala sesuatu tentangmu di masa lalu agar kamu bisa mengingat kembali!” ujarnya seraya menekan tubuVera hampir pingsan dibuatnya, dia tidak tahu alasan apa yang cocok untuk dia katakan. “Semua manusia normal takut mati!” jawabnya. Pria itu tersenyum lalu menatapnya dengan tatapan mata tidak biasa tanpa menurunkan pisau dari leher Vera. “Apa aku salah bicara?” tanya Yunika dengan gugup.“Apakah kamu bersedia ikut pergi bersamaku? Putuskanlah baik-baik! Aku akan menunjukkan segala sesuatu tentangmu di masa lalu agar kamu bisa mengingat kembali!” ujarnya seraya menekan tubuh Vera ke dinding. Kepala Vera terbentur secara tidak sengaja. Dia mulai sadar sosok di dalam kegelapan itu bukan sosok asing yang baru dia temui. Aroma napasnya dan parfum di bajunya terasa akrab.Vera merasa kepalanya sakit dan nyeri, rasa itu datang menyerang dengan tiba-tiba. Ingatan di masa lalu muncul tidak terkendali. Bayangan di masa lalu antara dia dengan pria yang kini menahannya membuatnya berpikir semua itu adalah peristiwa mustahil. Bahkan tentang dirinya yang memiliki gen Zenus
Regan tidak bisa mengejar Yunika karena Yunika dikawal dengan sangat ketat.“Vera Guen? Apa ini masuk akal?” gumam Regan. Dia melihat Orion baru saja keluar dari balkon tidak lama setelah Yunika yang disebut-sebut sebagai Vera Guen. Regan tidak bisa menahan diri untuk tidak mendekati Orion dan bertanya padanya.“Apa yang terjadi pada Yunika? Ke-kenapa semua orang memanggilnya Vera?”“Yunika sudah meninggal, apa kamu masih tidak tahu beritanya? Mayatnya bahkan juga sudah ditemukan.” Tandas Orion, dia tidak senang berdebat dengan Regan. Regan mengepalkan tangannya. “Orion, apa kamu tidak bisa melihat wajah Vera Guen? Bukankah mereka sangat mirip? Aku tidak percaya dia Vera! Dia pasti Yunika!”“Terserah apa katamu, yang pasti dia bukan Yunika tapi Vera Guen putri Jonas Guen. Apa kamu ingin bermusuhan dengan keluarga Guen? Silakan saja! Mereka adalah raja di bidang ini, kamu tidak masalah jika keluarga Irawan dipaksa mundur dari dalam grup?”“Aku rasa ucapa
Dua tahun berlalu ....Perusahaan CAMAR bangkrut dan gedung juga cabangnya diakuisisi oleh perusahaan luar negeri. Wulan tidak berani mengangkat kepalanya lagi dengan sombong. Ayahnya dipenjara karena kasus penggelapan pajak. Kediaman bak istana milik keluarganya disita bank. Semua penghuninya berpencar ke seluruh penjuru kota, sibuk menyelamatkan diri masing-masing.Orion sendiri heran dengan kabar tersebut, hanya dalam dua tahu perusahaan yang tidak memiliki saingan besar di medan bisnis tiba-tiba tumbang begitu saja. Seseorang dengan status tinggi di luar sana ternyata sengaja menargetkan perusahaan CAMAR. ***Seorang wanita duduk di kursi roda, di dalam ruangan pasien, rumah sakit luar negeri. Kepalanya diperban, dia menatap ke luar jendela kamar. Tidak lama kemudian pintu ruangan terbuka, seorang pria dan wanita masuk ke dalam.“Vera?” panggil seorang wanita paruh baya padanya.Yunika menoleh dan memutar kursi roda, dia mengangguk seraya mengu
Regan hampir kehilangan kendali dan hal itu membuat Nilam merasa bersalah. Nilam tahu yang diinginkan Regan sama sekali bukanlah dirinya melainkan Yunika. Entah kapan Regan akan bisa mengatasi masalah luka di dalam hatinya. Sudah jelas, Yunika tidak akan pernah kembali padanya kecuali seluruh keluarga Irawan bersedia mengorbankan diri untuk mati di tangan Orion.Nilam keluar dari ruangan Regan lalu menelepon Yunika. ***Di sisi lain, Yunika baru saja keluar dari dalam ruangan kerjanya. Wanita itu menggenggam berkas di tangannya dan menyerahkan berkas kasus tersebut pada atasannya. “Pak, timku tidak akan menangani kasus ini,” ujarnya seraya meletakkan berkas tersebut ke atas meja atasannya.“Kenapa? Tidak biasanya kamu menolak kasus?” tanyanya dengan heran.“Aku hanya tidak mau saja, lagi pula perusahaan CAMAR terlalu rumit, berikan saja pada mereka yang ingin naik jabatan!” jawabnya.Yunika mendengar dering ponsel dalam sakunya, dia segera keluar dari d
Orion memerintahkan bawahannya untuk melindungi Wulan? Jelas sekali Orion memperlakukan gadis itu dengan sedikit berbeda dari klien biasa.Yunika masih memikirkannya, dan dia merasa pembunuhan itu sengaja dilakukan untuk memancing kedatangannya di wilayah CAMAR.“Haruskah Wulan bertindak sejauh itu hanya untuk membuatku datang menemuinya?” gumam Yunika pada dirinya sendiri.***Ketika dia pulang ke kediaman Orion sore ini, Orion langsung pergi menemuinya dan meninggalkan rapat dengan rekan-rekannya.Orion masuk ke dalam ruangan dan langsung mengatakannya pada Yunika.“Lupakan kasus di lokasi konstruksi! Kamu bisa menyerahkan pada orang lain untuk menanganinya. Petugas polisi di kantor juga bukan hanya kamu seorang.”Yunika mengerutkan keningnya, dia sedang mempelajari kasus tersebut di ruangan kerja. Mendengar perintah Orion, Yunika kembali teringat dengan permintaan Wulan padanya di lokasi.Apakah aku harus membicarakan masalah tadi dengan Orion? Ata
Yunika memakai baju, dia memiliki rencana hari ini. Orion melihatnya sedang bersiap-siap.“Kamu ingin pergi?” tanyanya.“Ya, aku menerima gaji bukan untuk tidur dan melayanimu di ranjang,” jawabnya cuek.“Apa kamu ingin mendengar kebenaran tentangku?” tanya Orion dengan wajah penasaran. Dia pikir Yunika memang selalu acuh dan cuek seperti sekarang jadi dia tidak bisa mengetahui apa yang dipikirkan Yunika sebenarnya. “Untuk apa?” tanya Yunika dengan santai.“Sebagai suami aku-”“Kamu lupa kita menikah tanpa melibatkan perasaan dalam hati? Hanya sebuah kesepakatan saja kenapa dibuat serumit ini?” Tanya Yunika. Ekspresinya masih sama, dia tampak tidak peduli sama sekali. “Yunika, apa kamu sungguh berpikir aku memiliki sesuatu di belakangmu?”Yunika mengambil tasnya dari atas meja, dia tidak menjawab dan tetap mengabaikannya. Orion pikir Yunika marah padanya karena gosip yang beredar belakangan ini. Dia bergegas mengejar dan menggenggam pergelangan tang







