Andreas membeku mendengar Zahra menyebut namanya. Bola matanya berkaca-kaca, tubuhnya tiba-tiba saja tak bisa bergerak, tak menyangka akhirnya wanita itu mengenalinya. Zahra tiba-tiba turun dari ranjang, membuat semua orang terkejut, termasuk Andreas yang menatap tak percaya. Zahra tiba-tiba bersimpuh di sisi ranjang, sambil membungkuk dengan tubuh gemetar, Zahra berucap, “Maafkan saya tidak bisa melindungi Nona, Tuan. Tolong Nona, Tuan. Dia masih dikejar-kejar orang-orang itu.” Setelah bicara, tangis Zahra pecah. Tubuhnya gemetaran, kecemasan dan kepanikan terselip di sela isak tangisnya yang penuh penyesalan. Zaki segera menghampiri sang ibu. Dia memegang kedua lengan Zahra, kemudian meminta ibunya bangun, tetapi Zahra menolak. “Ap-apa? Kamu bilang apa?” Andreas tergagap dengan tatapan tak percaya. Masih dengan posisi membungkuk dan tubuh yang gemetar juga napas tersengal dengan keringat dingin yang mendadak membanjiri wajahnya, Zahra kembali bicara. “Nona ingin saya selamat.
Last Updated : 2025-11-28 Read more