Meskipun bukan dia yang memohon, cepat atau lambat Keluarga Harmawan juga pasti akan meminta bantuannya. Daripada begitu, Brielle memutuskan untuk mengatakannya sendiri."Iya, aku tahu ini sangat mendadak, tapi ... selama kamu bersedia membantu, aku bisa mengabulkan satu permintaanmu. Selama masih dalam kemampuanku dan nggak melanggar prinsipku, aku akan melakukannya."Setelah mengatakan itu, pipi Brielle terasa makin panas. Ini hampir seperti sebuah transaksi, seolah dia sendiri yang menempatkan dirinya di posisi pasif.Tatapan Raka langsung berubah semakin dalam saat mendengar kalimat itu. Dia melangkah maju, memperpendek jarak di antara mereka. Tatapannya terkunci pada wajah Brielle, sementara suaranya memberi kesan berbahaya yang samar."Permintaan apa saja boleh?"Brielle jelas panik karena pendekatan mendadaknya dan pertanyaan bermakna ambigu itu. Dia refleks mundur setengah langkah, menggigit bibir bawahnya pelan, lalu memaksa diri menatap balik pria itu. "Aku sudah bilang, sela
Baca selengkapnya