Share

Bab 1307

Author: Ayesha
Brielle dan Rowan berjalan menuju area parkir. Rowan tadi datang naik taksi, jadi sekarang dia ikut masuk ke mobil Brielle dan pergi bersama menuju laboratorium.

Begitu tiba di laboratorium, cip itu juga langsung dikirim menyusul. Brielle dan Rowan segera memulai pekerjaan dengan cepat dan teratur. Setelah tahap operasi pertama yang menegangkan selesai dijalankan, cip itu berhasil mencapai kapasitas komputasi yang dibutuhkan untuk sistem BCI dengan sempurna.

Brielle menopang kedua tangannya di m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Saut Sirait
Welah, sdarlah author, gak adalah ketegangan baru atau ledakan emosi menyangkut mati hidupnya Niro. Perpanjang aja terus dan putar lagi bolak balik suasana dalam peristiwa-2 yang kau cipta. Sungguh menyesal pernah membaca karyamu ini.
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
meski fakta raka tdk pernah selingkuh plgi menyentuh dev spt psngan suami istri..meski sll mengutamakan dev krn perjanjian tp hati n cinta raka ttp utuh untukmu..sdg km bgtu cerai 2thn berikutnya uda berpaling ke lelaki lain n nerima laki lain jd pacarmu
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
tp jgn kuatir brielle meski raka sngt mencintaimu tp dia tdk egois.dia membyr smua deritamu krn tindakannya u menyelamatkan ibu adik n putrinya shgg abai pdmu n memprioritaskan dev krn perjanjian n tekanan dev.skrg dia rela berkorban sglanya demi kebahagiaanmu meski dg laki2 lain
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1491

    "Bu Devina, kami sudah melakukan pemeriksaan ulang sebanyak dua kali dan hasilnya tetap sama. Sebagai peneliti, aku bertanggung jawab atas keamanan penelitian. Dengan sangat menyesal, kami harus mengatakan darahmu sudah nggak dapat digunakan untuk penelitian apa pun."Smith menyampaikan hal itu dengan tenang.Devina menatap lekat angka-angka pada laporan itu, terutama tulisan hasil positif. Dia menarik napas dalam-dalam. Seluruh tubuhnya mulai bergetar tanpa bisa dikendalikan.Pada saat yang sama, sebuah dokumen lain disodorkan kepadanya."Bu Devina, berdasarkan keputusan Pak Raka, beliau memutuskan untuk mengakhiri kontrak secara sepihak. Sesuai pasal 3 dalam perjanjian yang telah ditandatangani, kami memberitahukan bahwa kontrak ini resmi berakhir mulai saat ini."Devina langsung menatap Gavin. Nada suaranya meninggi. "Diakhiri? Atas dasar apa? Raka bisa seenaknya menyuruhku menandatangani kontrak, lalu sekarang seenaknya juga memutuskan kontrak?""Bu Devina, sampel darah Anda sudah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1490

    Saat itu, Raka mengantar Anya dan Raline kembali ke rumah Keluarga Pramudita. Setelah itu, dia bersiap menuju laboratorium Brielle.Melihat panggilan dari Smith, dia langsung menekan tombol jawab melalui sistem telepon di mobil."Halo, Doktor.""Pak Raka, ada satu hal yang harus segera kulaporkan. Bu Devina tadi datang ke laboratorium untuk pengambilan sampel darah. Tapi dari hasil pemeriksaan kami, ditemukan bahwa dia terinfeksi penyakit menular. Tes antibodi sifilisnya menunjukkan hasil positif."Hati Raka sedikit mencelos. Namun di saat yang sama, hasil itu juga tidak terlalu di luar dugaannya.Belakangan ini, dia sudah mengetahui betapa kacau kehidupan pribadi Devina. Karena itu, kabar itu tidak membuatnya terkejut."Doktor, hentikan semua penelitian yang menggunakan sampel darahnya. Aku akan mengakhiri kontrak dengannya. Mulai sekarang kita nggak akan menggunakan sampel darahnya lagi." Suara Raka terdengar rendah, tetapi tegas dan tak terbantahkan.Smith menjawab dengan sikap prof

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1489

    Devina menggigit bibir bawahnya, lalu memandang ke arah Lius yang sudah pergi dengan tatapan meremehkan. Dia juga bersiap meninggalkan tempat itu.Namun, saat itulah seorang pelayan menghampirinya. "Bu, Anda belum melakukan pembayaran."Tubuh Devina sedikit membeku. Dia berjalan menuju kasir, membayar tagihannya, lalu berbalik pergi.Beberapa hari terakhir, semua kebutuhan makan, tempat tinggal, dan transportasinya selalu diatur oleh orang lain. Dia memang sudah lama tidak mengeluarkan uang sendiri.Devina berjalan keluar dari arena berkuda dengan langkah gontai. Meski sekarang sudah memasuki bulan Agustus, dia justru merasakan dingin menusuk hingga ke tulang.Tanpa Lius, sementara Anwar juga sudah berhenti menanggung biaya hidupnya, tak ada lagi asisten, tak ada lagi manajer, bisa dibilang kini tak ada seorang pun di sisinya yang bersedia membantunya.Saat itu, ponselnya berdering. Devina melihat layar, lalu mengangkat telepon. "Halo.""Bu Devina, sesuai isi kontrak, hari ini adalah j

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1488

    Raka bersikap begitu lembut hingga rasanya sulit dipercaya.Anya mendongak menatap ayahnya, menarik kerah bajunya, lalu bertanya dengan suara lantang, "Papa sayang nggak sama Mama?"Tadi Devina mengatakan bahwa ayahnya tidak mencintai ibunya. Karena itu, dia benar-benar ingin menanyakan pertanyaan ini langsung kepada sang ayah.Raka tertegun sejenak. Kemudian, dia menatap mata putrinya dengan sungguh-sungguh, mengusap rambutnya, dan menjawab dengan suara rendah, "Sayang. Papa sangat mencintai Mama.""Selain Mama, Papa pernah suka sama perempuan lain nggak?" Anya kembali bertanya dengan lantang.Raka mengecup kening putrinya, lalu kembali menjawab dengan serius, "Nggak pernah."Dua kata itu membuat wajah Devina seketika dipenuhi rasa pilu. Dia dipaksa mendengar Raka menyatakan cintanya kepada Brielle tepat di depan matanya.Mata Anya langsung berbinar. Dia memeluk leher ayahnya sambil berkata, "Hm, sekarang Anya sudah tahu."Raka memeluk kepala kecil putrinya. Kemudian, dia kembali meng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1487

    Saat itu Devina melanjutkan ucapannya, "Benar. Aku memang sengaja mendekati Anya. Setiap melihatnya, aku seperti melihat Brielle, dan itu membuatku muak.""Aku pura-pura menyayanginya, menemaninya bermain, semua itu hanya untuk menyenangkan kakakmu. Tapi dia benar-benar anak yang nggak tahu berterima kasih. Sebaik apa pun aku berpura-pura memperlakukannya, dia sama sekali nggak pernah menghargainya.""Diam!" bentak Raline dengan marah. "Waktu itu Anya masih sekecil itu dan kamu tega memanfaatkannya sekejam itu. Kamu masih berani mengatakan semua ini?"Kebencian yang mendalam melintas di mata Devina. Dengan suara tajam dia berkata, "Kalau dulu Brielle nggak merebut kakakmu dariku, yang jadi kakak iparmu sekarang pasti aku. Mana mungkin masih ada giliran untuk Brielle?"Raline langsung mengangkat alis dan membalas, "Devina, dari mana datangnya kepercayaan dirimu itu? Memangnya kakakku bakal suka sama kamu? Aku beri tahu ya, seumur hidup kakakku hanya mencintai satu wanita, yaitu Kak Brie

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1486

    Devina tertawa sinis. "Kalau bukan karena aku, kamu dan ibumu nggak mungkin bisa hidup sampai sekarang. Beginikah cara Keluarga Pramudita memperlakukan penyelamat mereka?"Raline menatapnya dengan ekspresi dingin. "Devina, keuntungan yang kamu dapatkan jauh lebih besar daripada pengorbananmu. Jadi jangan bicara sembarangan di sini. Lagi pula, dulu kamu sengaja mendekati keluargaku dengan niat tersembunyi. Aku bahkan belum menghitung semua itu denganmu."Devina mendengus kesal. "Bukankah kamu sudah menghancurkan pertunjukanku? Kalau aku sampai jatuh ke titik seperti sekarang, semua ini berkat Nona Raline.""Apa salahnya aku melaporkanmu? Bagiku, seorang seniman adalah profesi yang mulia. Kamu nggak pantas menyandangnya," balas Raline dengan tajam.Devina menggertakkan giginya karena marah. "Kalau saja kamu nggak lahir di keluarga kaya, dengan otakmu itu, kurasa menghidupi diri sendiri saja bakal susah. Masih berani menghakimi orang lain?""Ya mau gimana lagi? Memang nasibku bagus." Rali

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 742

    Brielle memalingkan wajah dan berkata dingin, "Kamu nggak punya hak untuk mencampuri pergaulanku.""Kamu harus banget ya buat aku kesal?" Nada bicara Raka terdengar rendah sambil menahan emosi. "Apa kamu benaran nggak tahu niat Lambert sama kamu?"Brielle tiba-tiba merasa lucu sekaligus marah. Dia s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 741

    Suara yang lembut itu membuat sorot mata Raka sedikit meredup.Brielle meletakkan ponselnya, lalu berjalan ke arah pintu dan berkata kepada Raka, "Kamu pulang saja. Aku mau istirahat."Mengingat malam ini Raka sudah menjaga Anya, sikap Brielle kepadanya terbilang cukup baik."Istirahatlah yang cukup

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 725

    Setelah Gavin pergi, Raka mengambil ponselnya dan menelepon Raline.Di seberang sana, suara Raline jelas terdengar waspada. "Kak, ada apa?""Segera batalkan pembelian unit di Cloudwave Residence." Suara Raka dilontarkan tanpa memberi ruang bantahan."Kenapa?" Raline langsung meledak. "Aku beli pakai

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 713

    Di seberang sana, panggilan itu baru tersambung beberapa saat kemudian. Devina tidak menunggu Raka berbicara lebih jauh, dia terengah-engah berkata, "Raka, aku hampir pingsan. Tolong aku. Di toilet."Brielle baru saja kembali ke tempat duduknya ketika dia melihat Raka bangkit dari kursinya. Pada saa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status