Brielle sama sekali tidak memperhatikan keberadaan Faye. Rombongan mereka juga segera berjalan menuju area lift."Ya ampun, itu Brielle, 'kan? Keren sekali.""Memang hebat. Dia membuktikan semuanya dengan kemampuan nyata.""Di dunia riset, nggak akan ada yang dengarin kamu kalau nggak ada kemampuan yang nyata.""Benar juga."Faye mendengarkan komentar rekan-rekannya sambil menggenggam erat dokumen di tangannya.Dulu, dia selalu berpikir bahwa Brielle berhasil karena ayahnya, karena Harvis, karena Raka, atau karena keberuntungan. Dia tidak pernah mau mengakui bahwa Brielle berhasil karena kemampuannya sendiri.Namun, pemandangan hari ini seperti tamparan keras yang menghantam wajahnya. Perbedaan yang begitu besar membuat dadanya terasa sesak."Faye? Faye." Seorang rekan kerja memanggilnya."Ada apa?" Faye tersadar. Raut wajahnya tampak kurang baik.Rekan kerjanya meliriknya sambil berkata, "Kita harus naik ke atas."Faye mengikuti mereka sambil membawa dokumen.Saat itu salah seorang re
Baca selengkapnya