Tiga hari kemudian, hari Jumat, setelah Brielle dan tim Frans menyelesaikan sebagian proses serah terima, dia sudah mulai menantikan datangnya akhir pekan.Selain itu, dia juga memutuskan untuk mempercepat proses serah terima. Saat liburan musim panas Anya tiba nanti, dia ingin mengajak putrinya pergi berlibur ke luar negeri.Sudah dua setengah tahun berlalu, dia hampir tidak pernah benar-benar bersantai. Bahkan saat pergi bermain ski ke Negara Danmark dulu, dia tetap membawa pekerjaannya. Begitu pula beberapa kali perjalanan dinas ke Kyoza, semuanya berfokus pada pekerjaan.Saat Brielle sedang merapikan barang-barangnya dan bersiap pulang kerja, ponselnya berdering. Dia melirik layar. Ternyata Harvis yang menelepon."Halo, Kak Harvis," sapa Brielle."Brielle, malam ini ada waktu? Ada acara makan bersama," ujar Harvis dengan nada santai. Kemudian, dia menambahkan, "Zondi dan Cherlina juga ikut. Sudah lama kita nggak kumpul."Brielle sedikit tertegun. Dari nada suara Harvis, sepertinya
続きを読む