Raka berjalan menuju sebuah lorong. Entah sengaja atau tidak, langkahnya terhenti sesaat ketika dia melewati kantor Brielle. Namun, dia tidak berlama-lama dan akhirnya memilih pergi.Saat pintu lift menutup, Raka mengusap pangkal hidungnya. Dia seharusnya sudah tahu, dengan karakter Brielle, dia tidak mungkin mau membantunya kali ini.Apakah mereka akan terus saling melawan seperti ini?"Pak Raka, kita sudah sampai." Suara Gavin terdengar.Sore harinya, berita tentang Raka yang dikepung para pemegang saham Grup Pramudita langsung muncul di media. Headline berita, saluran finansial, hingga akun-akun media independen, semuanya turun tangan mengkritik dan membahas semua tindakannya.Syahira juga melihat berita itu. Dia langsung menghubungi Brielle untuk memastikan. Bagaimanapun, Brielle juga salah satu pemegang saham."Internet bilang Raka dilawan para pemegang saham. Itu benar? Jangan-jangan dia bakal dikeluarkan dari dewan direksi?"Brielle menjawab, "Memang benar, tapi soal dia akan di
続きを読む