Share

Bab 603

Penulis: Ayesha
"Bekerja di laboratorium mantan suami pasti nggak terlalu menyenangkan untukmu. Gimana kalau bergabung dengan laboratoriumku? Profesor Derrick juga sangat menantikannya!"

Brielle menatap dengan tenang sambil tersenyum. "Terima kasih atas undangannya. Tapi dalam dunia penelitian, aku percaya rasionalitas selalu berada di atas urusan pribadi. Bukankah begitu?"

Jawaban yang sempurna dan tanpa celah itu membuat Steve sempat tertegun. Kemudian, dia tertawa canggung. "Kamu benar. Teknologi adalah tema
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (12)
goodnovel comment avatar
Anisya Kuran
Devina jalang
goodnovel comment avatar
Kitachan 13
syahla lanjutany ini posisi raka sbgai ceo di goyang, raka minta bantuan brilli
goodnovel comment avatar
Kitachan 13
syahla lihat ulasan judul novel mba saya tulis sini sama yg cinany..disini sering diblok..pernah tulis ulasan novel ga mba
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1076

    [ Kalau begitu, nanti setelah kamu balik, aku traktir makan. ]Brielle membalas.[ Oke, tunggu aku pulang. ]Balasan Niro pun langsung masuk.Brielle kembali ke ruang kerja, meletakkan ponsel di samping, lalu membuka email di komputer untuk membacanya. Senin depan, Meira akan mulai datang untuk menerima suntikan obat. Kondisinya cukup serius, sehingga perlu dievaluasi melalui berbagai data.Sekitar pukul 7 malam, Lastri naik dan berkata, "Nyonya, makan malam sudah siap.""Bi Lastri, tolong panggil Anya ya," kata Brielle. Dia sendiri tidak turun.Lastri tersenyum. "Baik."Setelah berkata demikian, dia masih berdiri di depan pintu seolah-olah ingin mengatakan sesuatu.Brielle mengangkat kepala menatapnya. Dia bisa menebak apa yang ingin Lastri katakan. Dia mengerutkan kening dan berujar, "Nggak perlu mengundangnya."Senyuman Lastri sempat membeku, lalu dia mengangguk. "Baik."Lima menit kemudian, suara Anya terdengar dari ruang tamu di bawah. Brielle pun bangkit dan turun untuk menemani

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1075

    "Heh."Devina menatap dirinya di cermin dan mengeluarkan tawa yang penuh ejekan pada diri sendiri, tapi juga terasa konyol. Namun, dia tidak menyesal. Karena dia sudah mendapatkan jauh lebih banyak dari yang dulu dia dambakan.Uang, sumber daya, pamor, semua itu diberikan oleh Raka. Selama sepuluh tahun ini, selain tidak mendapatkan dirinya, Devina sudah memperoleh semua yang dia inginkan.Kalau begitu, dia akan menunggu dan melihat dengan jelas bagaimana Brielle akan menikah dengan pria lain dengan membawa serta putri dari Raka. Akan tetapi, sepertinya kandidatnya bukan Lambert, melainkan perwira yang bernama Niro itu.Membayangkan Brielle mengenakan gaun pengantin dan menikah dengan pria lain, sementara Raka hanya bisa menyaksikannya ... pada saat itu, ekspresi seperti apa yang akan muncul di wajah Raka? Tidak rela atau sakit hati? Penyesalan atau mati rasa?Devina merasa tidak sabar untuk melihatnya."Saat hari itu tiba, aku pasti akan datang memberi ucapan selamat, Brielle. Mendoak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1074

    Selama sepuluh tahun ini, Devina terus berusaha membuktikan bahwa dia tidak kalah dari Brielle, membuktikan bahwa pilihan Raka dulu adalah salah.Sekarang, dia berhasil.Dia berhasil membuat Brielle dan Raka bercerai, berhasil membuat Raka menjadi orang yang paling dibenci Brielle. Meskipun Devina sendiri tidak benar-benar berhasil duduk di posisi Nyonya Pramudita, tetap saja dia merasa puas saat melihat Brielle menderita dan Raka kehilangan keluarganya.Devina memanfaatkan semua yang bisa diperalatnya, membuat Raka menghancurkan kepercayaan dan cinta Brielle kepadanya sendiri."Brielle, kamu sudah merasakan gimana rasanya sakit?" Devina mencibir sambil bergumam. "Dulu waktu kamu merebut cintaku, aku sudah bersumpah akan membuat kalian sampai ke titik ini."Tentu saja, Devina belum benar-benar menang.Brielle masih punya anak, masih punya karier.Namun setidaknya, Raka sudah benar-benar kehilangan Brielle. Seumur hidup ini, mereka tidak mungkin lagi saling mencintai dan tidak mungkin l

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1073

    Dada Devina bergerak naik turun dengan hebat. Melihat kedua orang di depannya yang berdiri berdampingan dan kompak menghadapinya, rasa malu yang luar biasa langsung membanjiri hati Devina. Selain menatap mereka dengan tajam, Devina sudah tidak punya tenaga lagi untuk mengatakan apa pun. Hatinya seakan mati rasa, langkahnya goyah saat dia berjalan cepat menuju lift.Jay menatap Siria, sudut bibirnya muncul senyum getir. "Kamu sudah dengar semuanya?"Siria mengangguk. "Iya, aku dengar sebagian.""Aku terlihat konyol sekali, ya?" Nada bicara Jay penuh ejekan terhadap dirinya sendiri.Siria menggeleng sambil tersenyum dan menatapnya lembut. "Nggak konyol. Walaupun sebelumnya kamu memang agak bodoh, tapi untungnya kamu sadar tepat waktu. Itu hal yang baik."Kata-katanya menenangkan hati Jay yang gelisah. Tiba-tiba, Jay memeluk Siria dan menghela napas pelan. "Untung aku ketemu kamu."Siria bersandar di pelukannya, lalu tersenyum.....Devina masuk ke dalam mobil van. Freyna melihat wajah De

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1072

    Jay berdiri sambil memandang Devina dari atas, tatapannya tajam seolah bisa menembus segalanya."Kamu kira aku masih orang bodoh seperti dulu yang bisa kamu tipu cuma dengan beberapa tetes air mata? Air matamu sekarang bukan penyesalan, tapi takut kehilangan aku sebagai cadangan. Takut kehilangan sumber daya dan materi yang bisa aku kasih ke kamu."Air mata Devina masih menggenang di sudut matanya, tapi wajahnya sudah menunjukkan kepanikan karena isi hatinya terbongkar."Jay, kenapa kamu bisa bicara seperti itu ...."Jay langsung memotongnya, "Nggak usah akting. Jalani sendiri jalan yang kamu pilih. Soal waktu dan uang yang aku habiskan untuk kamu, aku anggap sudah selesai. Jadi, jangan pernah lagi muncul di depanku seumur hidup ini. Jangan datang lagi membuatku muak."Nada bicara Jay terdengar tenang, tapi setiap katanya seperti pisau yang menusuk hati Devina. Devina akhirnya benar-benar sadar bahwa semua kepura-puraan dan cara liciknya sudah tidak berguna lagi di hadapan Jay yang sud

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1071

    Devina membelalakkan mata. Terutama saat Jay menyebut Lambert, dia langsung panik seolah semua rahasia dan pikirannya sudah dibaca oleh Jay."Jay, kamu ini ngomong apa sih? Aku dan Lambert dari dulu cuma teman!""Sudah sampai sekarang, kamu masih pikir aku ini pantas jadi orang bodoh yang kamu permainkan seenaknya?"Tubuh Devina langsung terasa dingin. Apa sebenarnya yang sudah diketahui Jay? Kenapa dia bisa tiba-tiba melihat semuanya dengan jelas?"Bukan begitu, Jay, kamu dengarkan aku. Aku dan Raka hanya hubungan transaksi, aku dan Lambert juga cuma teman. Tapi kamu tahu perasaanku ke kamu itu sungguhan. Aku nggak pernah menyangkal kalau aku suka kamu."Devina buru-buru melangkah maju dan ingin meraih lengan Jay, ingin menjelaskan semua perasaannya. Namun, Jay menghindari sentuhannya dengan jijik."Jangan sentuh aku."Jay mundur satu langkah untuk menjaga jarak darinya. Rasa jijik di matanya hampir meluap."Devina, mulai sekarang aku nggak sudi lagi disukai kamu. Ke depannya, jangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 380

    "Brielle baru saja menyelesaikan laporan data eksperimen hari ini di kantor dan bersiap untuk pulang. Begitu dia melepas jas lab dan menggantungkannya, tiba-tiba terdengar suara dari pintu, "Bu, Anda cari siapa?"Sebuah suara wanita menjawab dari luar, "Permisi, di mana kantor Brielle?"Suara itu me

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 379

    Tak lama kemudian, Raka keluar dari ruang rapat dengan langkah cepat menuju area lift. Wajahnya tampak tegang, ekspresinya menunjukkan bahwa pikirannya masih penuh dengan gelang giok itu.Begitu tiba di mobil, dia langsung memerintahkan Gavin untuk menelusuri rekaman CCTV hotel tempat dia turun mala

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 361

    "Kedengarannya memang bagus." Seorang direktur di sisi kiri, Loki, tiba-tiba menyela, "Tapi sejauh yang aku tahu, proyek ini akan membutuhkan investasi yang sangat besar.""Bu Brielle, gimana kamu berencana menangani masalah pendanaan? Sekarang kita sudah terpisah dari Grup Pramudita, seharusnya ngg

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 376

    Raka menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Di dalam ruang makan pribadi itu, semua adalah teman-teman dari kalangan Devina. Di atas meja ada kue besar bertuliskan ucapan selamat. Jelas ini pesta kecil untuk merayakan penghargaan yang baru saja diraihnya."Kak, maaf ya! Aku benar-benar nggak berma

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status