Bab"Eh Ya syukur kalau begitu. Ternyata rezeki Elias itu lebih cepat daripada rezeki anakku. Eh tapi ini nggak hamil duluan kan Bu."Aku menoleh pada wanita itu, mulutku sudah terbuka untuk menjawab. "Ya enggak to, wong Elias nikah itu sudah dua bulan kok. Ini mantuku baru ngidam,' jawab Ibu."Ouh, emang sudah berapa usia kandungannya, Ndok?"Aduh, mat* aku."Mbak, kok aku ditinggal to?"Waduh untung ada Nur."Loh kan kamu tadi jalan sama kita Nur," ujarku karena memang tadi Nur jalan sama kami. Aku malah bingung bagaimana ceritanya dia tertinggal begitu."Iya tapi tadi aku nginjak kotoran sapi je. Akhirnya aku cuci kaki, eh malah di tinggal."Aku tertawa kecil," ya maaf."Aku akhirnya jalan di depan dengan Nur, sengaja agar tidak terjebak pertanyaan yang seperti tadi."Ndok, kamu kalau gak kuat gak papa gak puasa dulu. Nanti tinggal bayar fidyah."Aku melongo, di samping bingung harus menjawab apa aku juga tidak mengerti dengan istilah yang disebutkan oleh ibu. "Fidyah itu apa, Bu
Magbasa pa