Prisa selalu menyimpan dendam karena Kaivan dianggap putra haram, juga ingin Keluarga Liangga mengakuinya. Sebelumnya, Kaivan tidak berguna bagi Keluarga Liangga. Ditambah dengan penolakan Tasya, Aswin tidak pernah secara terbuka mengakui Kaivan sebagai putranya. Ini merupakan sebuah rahasia tersirat. Kini, setelah Nusa Tech milik Kaivan menjadi perusahaan terbuka, Tasya pun ingin merebutnya untuk putranya, Kenny. Dia tentu saja bersedia berkompromi.Mata Prisa berkilat tak percaya, lalu dia mencibir, "Apa mungkin kamu begitu berbaik hati?" Tasya tersenyum dan menjawab, "Gimanapun, aku cuma punya seorang putra. Kai juga termasuk adik laki-laki Kenny. Dengan mengakuinya, mereka bisa saling mendukung." Prisa tidak memercayai sepatah kata pun ucapan Tasya. "Entah itu demi mereka bisa saling mendukung atau demi perusahaan Kai, kamu tahu jelas jawabannya!""Bukannya kamu selalu ingin putramu diakui Keluarga Liangga? Kenapa setelah aku setuju, kamu malah berbalik menuduhku punya motif te
اقرأ المزيد