Anton menunduk dan menjawab, "Benar, Nyonya." Kamala menatapnya dengan dingin. "Kenapa kamu ambil tindakan seenaknya?""Nyonya, Nona Adeline juga terluka. Di luar lagi hujan deras. Kalau terjadi sesuatu pada Nona Adeline di depan gerbang, Keluarga Suryata akan dicap yang nggak-nggak meski nggak salah." Tentu saja, itu juga karena Anton tidak tega melihat Adeline kehujanan di depan gerbang.Wajah Kamala menjadi muram. "Kalau kamu ambil tindakan seenaknya lagi, sebaiknya kamu jadi kepala pelayan Keluarga Thomas saja." Anton menunduk dan menyahut, "Baik, aku sudah sadari kesalahanku.""Ya sudah, pergi sana." Tak lama setelah Anton pergi, ponsel Kamala berdering."Bu Kamala, sepertinya Tuan Henry berencana untuk bawa Adeline ke rumah sakit. Apa kami harus hentikan mereka?" Kamala terdiam sesaat, lalu menjawab dengan nada datar, "Nggak usah dipedulikan.""Baik." Setelah menutup telepon, ekspresi Kamala terlihat muram. Jika Adeline tidak bisa membuat Petra sadar, dia tidak akan pernah
Read more