Saat sarapan pagi, Mili melayani Gun dengan penuh perhatian, dari makan dan minum ia sendiri yang menyediakan, untuk menunjukkan kalau saat ini sudah berubah menjadi istri paling berbakti pada suami.“Pah…, hari ini Mamah mau ke klinik, mau cek kesehatan,” ujar Mili sekadar beralasan agar bisa keluar rumah dengan bebas.“Loh, memangnya Mamah sakit apa?”“Nggak sakit apa-apa sih, Pah, cuma kan Mamah lama tinggal bersama orang-orang di tahanan, takutnya ada penyakit yang ditularkan mereka pada Mamah, Pah.”“Oh, papah ngerti sekarang. Mamah mau ditemani Papah atau bagaimana?”“Nggak usah, Pah, biar Mamah pergi sendiri saja diantar sopir.”“Ya sudah, nanti setelah Papah sampai kantor, Papah suruh si Bas antar Mamah ke klinik.”“Gimana ya, Pah, sekarang kan Baskoro sudah jadi bagian dari keluarga kita, kakak iparnya Chantika, jadi menurut Mamah kalau masih dijadikan sopir pribadi keluarga sepertinya kurang etis, kurang beretika, Pah. Apalagi harus menyuruh ini-itu, jadi sungkan, Pah.”Gun
Terakhir Diperbarui : 2026-01-02 Baca selengkapnya