"Cepat temukan perempuan itu dan taruh dia di tempat biasa. Jangan sampai Axel menemukannya terlebih dahulu!" ujar Sania saat tengah melakukan panggilan telpon dengan seseorang. "Oke, Nyonya, anda tenang saja, kita pasti akan lebih dulu menemukan perempuan itu dari pada Tuan Axel. Nyonya jangan khawatir, tenang saja." Balas laki-laki berkepala pelontos. "Ingat! Jangan sampai Axel tahu tentang hal ini, kalau tidak, kau akan menyesal!" ancam Sania setengah berbisik. "Oke, Nyonya!" "Oke, ku tunggu kabar selanjutnya!" Sania menutup telponnya. Dia melirik ke arah Nenek Rianti yang kini tengah menikmati makan malam di meja makannya bersamaan dengan Siella yang duduk bersebrangan dengannya. "Nenek tua bangka itu bisa-bisanya masih santai di saat genting seperti ini. Aku yang kerepotan akibat rencana ini, sungguh sial." Ucapnya dalam hati. "Sania, kemarilah Nak!" panggilnya pada Sania yang masih memasang wajah judesnya. "Ya, aku datang!" ujar Sania sambil berjalan menghampiri mereka.
Last Updated : 2026-01-01 Read more