ログインSeorang pria bernama Axel tiba-tiba saja jatuh cinta pada seorang gadis yang baru saja dia temui. Gadis itu bernama Kinan. Pertemuan yang begitu singkat tengah menghipnotisnya. Gadis yang amat mirip dengan mendiang kekasihnya itu membuatnya sangat penasaran. Suatu ketika mereka bertemu kembali. Karena tak ingin gadis itu lepas darinya, Axel memberinya sebuah pekerjaan agar mereka bisa saling terhubung dan tetap bertemu setiap harinya. Tapi sayang, sebuah tragedi terjadi diantara mereka. Tragedi yang pahit dan begitu mengerikan. Fitnah dan sebuah kesalahan yang mungkin tidak bisa di maafkan membuat hubungan di antara keduanya merenggang. Axel dan Kinan sudah mulai jatuh cinta. Tapi, karena tragedi itu, keduanya seakan saling membenci. Seseorang selalu berusaha memisahkan keduanya. Bagaimana bisa, ketika keduanya saling membenci, justru Kinan malah mengandung?
もっと見る"Cepat temukan perempuan itu dan taruh dia di tempat biasa. Jangan sampai Axel menemukannya terlebih dahulu!" ujar Sania saat tengah melakukan panggilan telpon dengan seseorang. "Oke, Nyonya, anda tenang saja, kita pasti akan lebih dulu menemukan perempuan itu dari pada Tuan Axel. Nyonya jangan khawatir, tenang saja." Balas laki-laki berkepala pelontos. "Ingat! Jangan sampai Axel tahu tentang hal ini, kalau tidak, kau akan menyesal!" ancam Sania setengah berbisik. "Oke, Nyonya!" "Oke, ku tunggu kabar selanjutnya!" Sania menutup telponnya. Dia melirik ke arah Nenek Rianti yang kini tengah menikmati makan malam di meja makannya bersamaan dengan Siella yang duduk bersebrangan dengannya. "Nenek tua bangka itu bisa-bisanya masih santai di saat genting seperti ini. Aku yang kerepotan akibat rencana ini, sungguh sial." Ucapnya dalam hati. "Sania, kemarilah Nak!" panggilnya pada Sania yang masih memasang wajah judesnya. "Ya, aku datang!" ujar Sania sambil berjalan menghampiri mereka.
"Axel!" panggil Sania saat Axel berniat akan pergi menuju kamar Kinan. "Ya?" balas Axel menoleh ke arah mantan kakak iparnya. "Eu...boleh aku meminta tolong padamu?" tanyanya sedikit canggung."Maaf Sania aku..." "Ini bukan tentangku Axel. Tapi tentang Nenek Rianti, keinginannya yang sempat tertunda dan kau mungkin tidak tahu itu." Kata Sania yang membuat kening Axel mengerut. "Keinginan apa maksudmu? Baru saja aku keluar dari kamarnya dan dia tidak membicarakan hal apapun denganku." Jawab Axel. "Kau salah Axel. Justru Nenekmu sangat merahasiakan semua ini darimu agar kau tidak banyak pikiran. Dan aku hanya ingin dia bahagia. Aku akan memberitahumu soal ini." "Apa itu? Cepat katakan dan jangan membuatku lama menunggu!" tegas Axel tak sabar. "Dia ingin kau segera menikah Axel, dan dia ingin kau menikah di hari ulang tahunnya." Jelas Sania. Axel sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan Sania perihal keinginan Neneknya tersebut. Beberapa jam yang lalu dia mendengar ucapan yang
isak tangisan Kinan yang memungut bekas sobekan kertas itu terdengar samar di telinga Axel yang tengah menuruni tangga. "Kinan? Apa itu suara tangisannya?" gumam Axel. Kakinya melangkah terburu-buru, tapi saat hendak menuju ke arah Kinan, Tiba-tiba saja Sania datang lalu menahan tangan Axel. "Axel, Nenek Rianti memanggilmu. Katanya dia ingin membicarakan sesuatu denganmu." Kata Sania yang sontak saja membuat Axel menoleh ke arahnya. Langkahnya yang terhenti kini berbalik arah menuju kamar Nenek Rianti. Axel tak sedikitpun memperlihatkan kecemasannya pada Kinan. Padahal hati dan pikirannya tengah kalut dan juga penasaran dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan gadis itu tanpanya. Sambil berjalan di ikuti Sania di belakangnya, hati laki-laki itu tak bisa berhenti bicara. Merasa bersalah, kesal dan gundah gulana. "Apa mungkin hasilnya tidak sesuai dengan yang dia inginkan? Makannya dia menangis? Atau...mungkin dia sedang meminta simpati dariku?" ucap batinnya. Tiba di kamar sang N
Mereka saling memandang satu sama lain. Memberi jarak cukup jauh, sambil mengingat kejadian saat pertama kali mereka bertemu. Bayangan-bayangan itu muncul kembali tanpa di minta. Saat pertama kali Axel memeluknya dengan hangat. Mengecup keningnya, mengucapkan kata indah dan menjadi garda terdepan di saat semua orang melukainya. Kinan berjalan melewati Axel, tanpa permisi ataupun merasa tak sopan pada majikannya. Hap! Dengan cepat Axel menangkap lengannya. "Siapa yang menyuruhmu keluar dari mobil tanpa seizin ku?" tanya Axel memperkuat genggaman tangannya. Kinan meringis sakit. Tapi dia mencoba menahannya. "Anda sendiri yang memaksaku keluar dari mobil. Memaksaku berkeinginan untuk pergi bahkan bukan hanya keluar dari mobil. Tapi, keluar dari kehidupanmu!" jawab Kinan tanpa rasa takut. Entah darimana dia tiba-tiba saja mempunyai keberanian menatap tajam ke arah Axel. Sambil tersenyum licik Axel mengarahkan tubuh Kinan ke hadapannya. "Kau sendiri yang memulainya! Jadi, nikmati sa
"Tenanglah dan jangan khawatir, jangan lupa juga untuk selalu mengunci pintu dengan baik, cek kembali pintu sebelum tidur. Semua akan baik-baik saja, yang terpenting kamu dan Reina baik-baik saja." Kata Axel lembut. Hati Kinan menjadi lebih tenang. Dia merasa lebih baik setelah mendapat dukungan d
Axel hanya diam. Dia mencoba mencerna ucapan Siella tanpa melihat ke arah teman masa kecilnya itu. "Semua tidak akan terjadi jika bukan karena dia!" ujar Axel yang membuat Siella mengernyitkan dahinya. "Dia? Dia siapa? Dan apa maksudmu?" tanya Siella penasaran. Karena perasaannya yang masih kalu
"Cepat bawa bayiku ke rumah sakit! Jangan diam saja! Kenapa kalian malah membiarkannya begini?!" bentak Axel sambil menangis. Dia mengambil bayi itu dari gendongan Kinan sambil menatap tajam ke arah gadis itu lalu pergi. "Biar aku ikut denganmu Axel!" kata Sania yang berpura peduli. "Tidak usah!"
"Siapa suruh kau pergi berpacaran di saat jam kerjamu masih berlangsung? Kau pikir rumah ini milikmu dan kau bisa seenaknya keluar masuk membawa seorang pria asing kemari hah?!" bentak Nenek Rianti yang tiba-tiba saja datang. Kinan melihat ke arahnya. Dia hendak bangkit, tapi Nenek Rianti menahan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.