"Apa? Aku pernah setakut ini?"Nora menatapnya, lalu bertanya, "Kakakmu yang satu lagi?"Wajah Dina mendadak muram begitu nama Bravi terlintas di benaknya."... Setelah kau bilang begitu, kurasa kau benar!"Bravi memang kakak kandungnya, namun setiap bertemu dengannya, Dina selalu merasa takut. Itu semua karena refleks yang tertanam sejak kecil. Gimanapun, Bravi jauh lebih ketat padanya daripada Kevin. Di hadapannya, Dina tidak berani berbuat nakal, terpaksa harus bersikap baik....Mobil berhenti di tepi jalan. Baru setelah Dina dan Nora sampai, Raisa dan Suri keluar dari mobil.Dina langsung mengikuti.Raisa menoleh. Saat itu, Dina sudah tidak menunjukkan sikap sombongnya, bahkan sorot matanya terlihat polos.Raisa agak tidak terbiasa melihat Dina yang seperti itu.Namun, dia lebih senang melihat Dina yang patuh.Raisa berkata, "Dina, aku sudah menepati janjiku. Mulai sekarang, apa pun yang terjadi, kau nggak boleh ganggu aku dan Rian."Raisa melirik pergelangan tangan Dina yang terl
Read more