Liana diam, tangannya meremas spons mandi. "Jadi... kamu mau aku berhenti kerja?"Antonio menghela napas. "Aku minta kamu berhenti bekerja, sayang. Fokus saja di rumah. Urus rumah, urus aku, dan yang paling penting, kamu aman.""Aku dokter, Antonio," sahut Liana, nadanya mulai tinggi. "Aku punya tanggung jawab. Ada pasien yang butuh aku.""Ada banyak dokter lain.""Tapi pasienku butuh aku secara spesifik! Aku sudah menangani mereka sejak lama, tahu riwayat kesehatan mereka, tahu—""Liana." Antonio memotong, suaranya dingin. "Aku tidak mau ambil risiko kehilangan kamu. La Cera tidak kenal ampun. Mereka bisa menyusup ke rumah sakit, menyamar jadi pasien, jadi perawat, jadi siapa saja.""Aku bisa hati-hati. Aku bisa—""Tidak cukup." Antonio bangkit, berdiri di hadapan Liana. "Sudah cukup aku lihat tembakan di Roma. Aku tidak mau itu terjadi di sini, di rumah sakit tempat kamu kerja. Aku tidak mau dapat telepon tengah malam yang bilang kamu diculik atau lebih parah."Liana menatapnya, mat
Terakhir Diperbarui : 2026-03-05 Baca selengkapnya