Bab 136. BUAYA SILUMAN Refleknya memang sangat cepat, kurang dari sepersekian detik, tubuhnya sudah bisa menghindari serangan buaya yang akan memakannya. Dalam sekejap dia sudah berada di pinggir sungai, seketika sepasang matanya melotot begitu melihat makhluk apa yang tiba-tiba menyerangnya. Sebenarnya sangatlah wajar jika Jaka Tole terlambat menyadari serangan buaya itu, karena buaya itu bukan buaya biasa, akan tetapi buaya siluman. Sehingga pergerakannya sangat halus dan auranya tidak terdeteksi olehnya, yang sedang asik menggosok tubuhnya dengan batu sungai. Begitu sampai di tepi sungai, Jaka Tole segera sadar kalau dia masih telanjang bulat. Dengan cepat dia memakai pakaian bersih dari ruang penyimpanannya, dia tidak sempat mengambil pakaiannya yang ada di atas batu besar di dekat dia mandi sebelumnya. “Kurang ajar, dasar siluman yang mau mencari mati. Berani-beraninya mengganggu mandiku,” geram Jaka Tole sambil mengepalkan tinjunya. Seme
Read more