Bab 144. HANTU DISIANG BOLONG Selesai menguburkan kudanya, Jaka Tole menatap langit yang berbintang seakan tidak pernah terjadi apa pun di atas sana. Padahal baru saja langit mengamuk, memuntahkan amarahnya terhadap Jaka Tole. “Betapa cerahnya malam ini, sebaiknya saya segera istirahat agar besok pagi badan menjadi segar,” bisik Jaka Tole sambil memandang sekelilingnya. Tak lama kemudian, di mana Jaka Tole berdiri, sudah tercipta rumah jamur yang terbuat dari tanah . Kali ini dia membuat dengan struktur bangunan dengan lebih kuat dan tebal, agar cukup kuat untuk melindungi dirinya dari gangguan hewan buas, dari dalam hutan ini. Keesokan paginya, Jaka Tole terbangun ketika mendengar kicau burung bersahut-sahutan di atas dahan pohon yang ada di dekat rumah jamurnya. Setelah menghilangkan rumah jamurnya, Jaka Tole segera pergi ke sungai untuk mandi dan membersihkan tubuhnya. Dengan tubuh segar, sosok Jaka Tole terlihat berlari di pucuk pohon, men
続きを読む