“Hhmph!” Seorang wanita memekik keras, tetapi tak ada suara atau kata-kata yang keluar selain racauan tak jelas karena mulutnya tertutup sebuah plester saat ini.Tangan dan kakinya terikat, matanya ditutup dengan sehelai kain yang diikatkan cukup erat sehingga dia tak bisa melihat apa pun meski dengan cara cerdik yang biasa dia gunakan setiap kali menghadapi masalah serupa.Hal semacam ini bukan hal baru baginya. Namun, kali ini, dia sepertinya berhadapan dengan orang yang cukup lihai dan telah lama melakukan kejahatan yang sama.“Apakah kau sudah memeriksa ponselnya?” tanya sebuah suara bariton yang dalam dan dia tak kenali sama sekali. Dia sempat curiga sebelumnya, berpikir kalau Jude-lah yang ada di balik ini semua. Namun, dia harus akui kalau pikirannya salah.“Sudah, Tuan. Tidak ada apa pun di sana. Hanya jadwal pernikahan Abigail Genovhia seperti yang Nona inginkan,” jawab lainnya.“Baiklah. Kalau begitu kita bisa bergerak sekarang. Tepat seperti permintaan Nona Marra, bahwa kit
Read more