Mag-log inDalam sekejap kehidupan Abigail berubah setelah seorang perempuan datang dan mengaku mengandung bayi ayahnya. Satu per satu kemalangan datang, menjadikan hidupnya seperti mimpi buruk. Dia tak tinggal diam. Setelah menjadi pebisnis muda yang hebat, Abigail kembali dengan identitas berbeda dan mulai menjalankan satu per satu misi balas dendamnya. Sayangnya, ada satu hal yang pada akhirnya tak bisa dia kendalikan dan membuat semua rencananya hancur berantakan dan pelan-pelan rahasia sesungguhnya di balik tragedi yhang menimpa keluarganya terbongkar.
view moreIsang bagong storya ang inyong masusubaybayan.
Isang bagong kabanata ang inyong masisilayan.
Isang bagong mga kataga ang inyong matutunghayan.
Lahat ng ito ay may sikreto't kamalian.
Hindi tukoy ang ating bida.
Magulo ang takbo ng bawat pahina.
Sino nga ba ang mangingibabaw sa ating storya?
Sino nga ba ang dapat makilala?
Samahan niyo ako sa pagbuklat ng bagong libro.
Suportahan sa susunod na tagpo.
'Wag magpadalos-dalos.
Kung ayaw mong sa sariling apoy ay malapnos.
Isang kwentong puno ng pagkakaiba.
Dalawang karakter na pipiliting mag-isa.
Tatlong lider ang luluha.
Apat na hakbang, hahanapin ang simula.
Limang magkakaibigan ang makikilala.
Sa kanila iikot ang mga kabanata.
Ngayon, sino ang tunay na bida?
WARNING: You will encounter curses and violence. Enjoy reading!
“Kau membeli aset yang dia tawarkan?” desak Zac pada Abby yang baru saja hendak meluruskan punggung tetapi harus menerima hal lain yang menguras tenaganya beberapa hari ini.Zac masih terus mendesak agar dia menerima pinangannya. Kali ini, Abby akan menjawab dengan tegas jika pria itu masih terus memaksa.“Aku harus membuatnya diam. Apa lagi yang bisa kulakukan?” jawab Abby tenang. “Kau jadi mengajakku makan siang?”“Abby, bolehkah aku mengatakan sesuatu?”Here we go again ....“Aku tidak ingin kau berurusan langsung dengan Albert. Dia orang yang culas dan mayoritas usahanya berhubungan dengan manusia.”“Semua bisnis berhubungan dengan manusia, Zac. Hanya saja, dia terlihat lebih kreatif.”“Are you kidding me? Dia menjual manusia, Abby. Menjadikannya pelacur, bahkan banyak dari mereka yang masih di bawah umur.”“Aku tahu itu, sayang.” Abby mendekat dan menangkupkan tangan membingkai wajah Zac yang tengah dikuasai amarah. “Apakah kau pikir aku tak tahu kalau aset yang dia jual adalah m
“Benarkah dia mengatakan itu tentangku?” tanya Abby pada pria paruh baya yang duduk di hadapannya. “Tentu saja. Mana mungkin aku berbohong. Wanita cantik dan sukses sepertimu tidak pantas jika hanya menjadi pelarian bagi pria patah hati seperti Zachary. Tidakkah kau ingin beralih pada pria lain?” tanya pria itu secara retorik. Abby bergeming, tak ingin memberikan reaksi apa pun terkait keterangan yang pria itu berikan. Meski Zac adalah sarana balas dendamnya, bukan berarti dia akan dengan mudah percaya pada perkataan orang yang tak bisa dipercaya. Terlebih itu mengenai Zac. Zac sangat tergila-gila padanya, jadi tak mungkin rasanya jika dia mengatakan hal buruk yang akan merugikan dirinya sendiri. “Untuk masalah itu, biar kupikirkan matang-matang. Lagi pula, aku dan Zac akan menikah sebentar lagi. Mana mungkin aku begitu gegabah memutuskan hubungan secara sepihak?” Abby berusaha menanggapi segala informasi yang dia yakini palsu itu, hanya untuk memancing pria itu agar mengataka
Zac terbangun di pagi hari dan tak menemukan Abby di mana pun. Malam tadi Abby menginap di apartemennya. Dia kalut dan hanya menangis sepanjang malam, sampai tiba saatnya Zac mengajaknya untuk tidur, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Abby mencumbunya dan mereka menghabiskan malam dengan seks yang menakjubkan. Mungkin hanya perasaannya saja, tetapi dia seperti tak pernah puas dengan Abby. Zac tak pernah ingin berjauhan darinya dan seperti pagi ini, menemukan tak ada siapa pun di sisinya, dia hanya terkekeh, lantas menghubungi ponsel Abby untuk memastikan. “Aku sudah di kantor, Zac. Aku tidak ingin membangunkanmu karena kau tampak lelah. Kau pasti bosan mendengar tangisanku semalaman,” jawab Abby di seberang. “Apakah kau sudah menghabiskan sarapanmu? Aku sudah membuatkan seporsi pancake untukmu.” “Aku sangat merindukanmu. Aku lebih baik mendengar eranganmu saat kita bercinta ketimbang melihatmu menangis. Kuharap perasaanmu sudah membaik sekarang. Dan, oke, aku akan menghabi
Alice membekap mulut dengan telapak tangan. Dia tak menyangka kalau Jude serius dengan apa yang dia lakukan. Meski terkesan aneh dan konyol, tak pelak, Alice kagum akan tindakan lelaki itu. Sayangnya, mereka tidak sefrekuensi sekarang. “Jude ... mengapa kau lakukan ini?” tanya Alice sembari mendesah lelah dan mendorong tubuh lelaki itu menjauh. “Aku tak pernah menyangka kau akan lakukan ini.” “Seharusnya kau bisa menduganya. Kau telah mengambil keperjakaanku.” “Bullshit!” Alice tergelak. “Jangan meracau. Mana mungkin pria sepertimu masih perjaka? Atau jangan-jangan ... apakah kau benar menyukai wanita?” “Apakah kau sedang mengujiku? Setelah apa yang terjadi kau masih mempertanyakannya?” Alice tertawa lagi. “Baiklah. Aku akan serius sekarang. Mengapa kau lakukan ini?” “Karena aku mencintaimu.” “Kenapa, Jude? Kau tidak seharusnya mencintaiku.” “Bisa kau jelaskan kenapa? Karena kurasa aku yang merasakan ini dan aku senang bisa merasakan perasaan itu terhadapmu. Mengapa ka
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.