"Terima kasih, Pak Benny. Saya sangat menghargai efisiensi Anda," sahut Denzel sambil menyesap kopi pahit yang disuguhkan. "Ibu Wandha juga bilang, Anda adalah orang yang paling bisa diandalkan jika menyangkut pengamanan aset yang sifatnya sangat privat."Mendengar kata aset privat, gerakan tangan Benny yang sedang merapikan jam Rolex-nya mendadak kaku sejenak. Ia menatap Denzel lebih dalam, mencoba mencari tahu apakah ada makna terselubung di balik ucapan dokter muda itu."Privat? Ah, benar. Kerahasiaan adalah napas bisnis saya," jawab Benny cepat, kembali menguasai keadaan. "Tapi saya penasaran, Dokter... selain klinik, apakah ada properti lain yang ingin Anda konsultasikan legalitasnya? Mungkin sesuatu yang letaknya jauh dari keramaian kota?"Denzel tersenyum tipis. Ia tahu Benny sedang memancingnya untuk melihat seberapa jauh ia tahu tentang operasional Black Rose."Mungkin nanti, Pak Ben. Setelah klinik ini selesai," jawab Denzel retoris. Saat ia hendak berdiri, ia sengaja menyen
Last Updated : 2026-03-24 Read more