"Kejadian semalam gimana? Lo nggak apa-apa, kan?" tanya Galang, memecah keheningan. Sorot matanya tetap terfokus ke arah jalanan di depan mereka. Airin seketika terdiam mendengar pertanyaan itu. Kalimat Galang seolah menarik paksa ingatannya kembali pada kejadian menegangkan semalam, kejadian traumatis di mana ia hampir saja kehilangan segalanya jika Galang tidak datang tepat waktu. Tanpa Airin sadari, jemarinya bergerak mencengkeram kuat ujung seragam Galang dari belakang, menyalurkan rasa takut yang mendadak kembali merayap. Galang yang merasakan tarikan pelan di bajunya langsung menoleh sekilas. Menggunakan ekor matanya, ia melirik wajah pucat Airin yang duduk tegang di belakangnya. "Sorry, sorry. Nggak usah dijawab kalau bikin lo gak nyaman," ucap Galang, menyadari perubahan drastis pada suasana hati gadis itu. "Makasih, ya... Semalam udah nolongin aku," lirih Airin pelan, hampir tenggelam oleh deru angin jalanan. "Lain kali hati-hati," balas Galang dengan nada suara yang per
Read more